⌂ Beranda News Harga Minyak Dunia Turun Imbas Rencana Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

Harga Minyak Dunia Turun Imbas Rencana Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

Harga Minyak Dunia Turun Imbas Rencana Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran
Grafik harga minyak mentah dunia menurun
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan setelah Amerika Serikat dan Iran secara tentatif menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari pada Jumat, 29 Mei 2026.

Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar terkait normalisasi aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz.

>>> Antam Naikkan Harga Buyback Emas Batangan Jadi Rp2.579.000 Per Gram

Minyak Brent turun ke bawah US$93 per barel, mencatat penurunan bulanan terbesar sejak 2020 sebesar 18 persen sepanjang bulan ini.

Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak di dekat level US$88 per barel.

Negosiasi dan Poin Krusial

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa tim negosiasi dari kedua belah pihak terus melakukan diskusi intensif mengenai kesepakatan sementara ini.

Pembukaan jalur perairan dan penyerahan uranium yang diperkaya oleh Iran menjadi poin krusial bagi Presiden Donald Trump.

"Tim-tim tersebut telah berdiskusi bolak-balik," kata Bessent. Ia menambahkan bahwa poin-poin tersebut menjadi syarat mutlak untuk mencapai kesepakatan akhir.

>>> Umat Buddha Padati Mrapen Jelang Pengambilan Api Dharma Waisak

Presiden Foreign Policy Research Institute, Aaron Stein, memberikan pandangan terkait perkembangan lambat dari proses negosiasi.

"Kami perlahan dan dengan susah payah bergerak menuju apa yang digambarkan sebagai kesepakatan," ujarnya.

Menurut Stein, kesepakatan kali ini memiliki perbedaan mendasar karena adanya konsensus mengenai pencabutan blokade timbal balik.

"Jika ini perpanjangan gencatan senjata, maka tidak ada yang berubah secara fundamental.

Yang akan membedakan ini dari semua kesepakatan sebelumnya adalah tampaknya ada konsensus mengenai perlunya 'lift-for-lift' pada dua blokade tersebut," jelas Stein.

Hambatan Pemulihan Pasokan

Meskipun gencatan senjata disepakati, pemulihan aliran minyak global diperkirakan menghadapi hambatan fisik.

>>> Gelombang Panas Ekstrem Landa India dan Eropa, Belasan Orang Tewas

Pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz dan perbaikan infrastruktur energi yang rusak akibat serangan pesawat tanpa awak menjadi tantangan utama.

Ahli strategi komoditas senior dari TD Securities, Ryan McKay, memperkirakan bahwa hambatan logistik dan waktu perjalanan kapal tanker akan membuat pasokan minyak tetap ketat dalam jangka pendek.

"Saya memperkirakan arus pasokan akan tetap sangat terbatas akibat jeda waktu perjalanan kapal tanker dan waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kembali produksi," kata McKay.

Ia memproyeksikan hilangnya potensi pasokan tambahan global hingga miliaran barel selama masa pemulihan. "Kita bisa kehilangan pasokan tambahan 1 miliar barel selama periode 'pemulihan'," ujarnya.

Kondisi ini diperparah oleh data stok domestik AS yang menunjukkan penurunan persediaan distilat ke level terendah dalam dua dekade terakhir.

>>> Hermina Hospitals Raih Penghargaan Best Hospital Accessibility Partner dari Yakes Telkom

Cadangan minyak mentah di pusat distribusi Cushing, Oklahoma, juga menyusut selama lima minggu berturut-turut menjadi 23 juta barel.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru