Meta Platforms resmi meluncurkan layanan langganan berbayar untuk tiga platform media sosial utamanya: Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Langkah ini diambil untuk mendapatkan sumber pendapatan baru di tengah melonjaknya anggaran pengembangan kecerdasan buatan (AI).
>>> Samsung Resmi Luncurkan Galaxy S26 Ultra untuk Kreator Konten di Indonesia
Informasi ini dilansir dari Bloombergtechnoz yang mengutip laporan The Wall Street Journal pada Kamis, 28 Mei 2026.
Manajemen Meta memastikan bahwa versi gratis dari Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Meta AI tetap bisa diakses oleh seluruh publik seperti biasa.
Pengguna tidak perlu khawatir kehilangan akses gratis.
Perusahaan menghadirkan opsi premium bernama Facebook Plus dan Instagram Plus dengan biaya langganan US$3,99 atau setara Rp65 ribu per bulan.
Sementara itu, paket WhatsApp Plus ditawarkan dengan harga sedikit lebih rendah, yakni US$2,99 atau sekitar Rp45 ribu per bulan.
>>> Cara Bayar Netflix, Spotify, dan Layanan Digital Lainnya Pakai DANA
Paket Berlangganan Meta AI
Uji coba sistem berlangganan juga diterapkan pada chatbot pintar Meta AI.
Opsi langganan ini hadir melalui paket Meta One Plus seharga US$7,99 atau sekitar Rp130 ribu per bulan, serta paket tertinggi Meta One Premium dengan tarif US$19,99 atau mendekati Rp326 ribu setiap bulannya.
Akses berbayar ini menyasar segmen pengguna yang memerlukan performa lebih tinggi. Kebutuhan tersebut mencakup kapasitas reasoning yang lebih besar, serta pembuatan konten berbasis gambar dan video bertenaga AI.
Kepala Produk Meta Naomi Gleit menjelaskan bahwa paket subscription baru bertujuan memberikan fasilitas tambahan.
"Paket berlangganan menawarkan cara yang lebih kaya untuk mengekspresikan dan terhubung di seluruh aplikasi kami," ujar Gleit.
>>> Hukum Suami Berutang Tanpa Izin Istri: Pandangan Islam dan Aturan Negara
Agresivitas penetapan biaya layanan ini dipicu oleh pembengkakan modal untuk ekspansi AI.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Meta berencana mengalokasikan belanja modal hingga US$145 miliar atau menembus Rp2.363 triliun sepanjang tahun ini, terutama untuk mendirikan pusat data AI dan memesan cip mutakhir.
Langkah penghematan juga sempat ditempuh internal korporasi.
Meta dilaporkan telah merumahkan sekitar 10% dari total karyawannya dalam periode belakangan ini sebagai bagian dari efisiensi biaya guna membiayai proyek AI.
Kebijakan monetisasi dan efisiensi ini direspons positif di lantai bursa.
>>> DJP Banten dan Sulselbartra Blokir Ribuan Rekening Penunggak Pajak
Nilai saham Meta terpantau mengalami penguatan sekitar 3,7% segera setelah program langganan berbayar tersebut diumumkan kepada masyarakat.