⌂ Beranda News Meta Investasi Rp 248 Triliun Gandeng Pakar AI Alexandr Wang

Meta Investasi Rp 248 Triliun Gandeng Pakar AI Alexandr Wang

Meta Investasi Rp 248 Triliun Gandeng Pakar AI Alexandr Wang
Meta menggandeng Alexandr Wang untuk mengejar ketertinggalan AI
A A Ukuran Teks16px

Meta berinvestasi besar-besaran untuk mengejar ketertinggalan di bidang kecerdasan buatan (AI). Perusahaan merekrut pakar AI Alexandr Wang dengan anggaran mencapai USD 14 miliar atau sekitar Rp 248 triliun.

Dana tersebut digelontorkan untuk Scale AI, perusahaan rintisan AI yang didirikan Wang. Pemuda berusia 29 tahun itu dinilai memiliki kecerdasan luar biasa di sektor AI.

>>> David Alaba Tampil Starter untuk Austria Hadapi Yordania di Piala Dunia 2026

Beberapa insinyur dari Scale AI juga diboyong untuk bergabung dengan Meta. Langkah ini diambil setelah kegagalan peluncuran model Llama 4 pada April 2025.

Muse Spark dan Tantangan Komersialisasi

Wang memimpin Meta Superintelligence Labs melalui peluncuran model AI bernama Muse Spark pada April lalu.

Model ini dirancang agar terintegrasi dengan ekosistem aplikasi Meta seperti Facebook, Instagram, dan kacamata pintar Ray-Ban Meta.

Meskipun menuai pujian, Muse Spark belum memberikan dampak finansial langsung. CEO Mark Zuckerberg kini bertanggung jawab mengubah pencapaian teknis menjadi keuntungan komersial.

"Meta perlu memberi lebih banyak bukti nyata terkait adopsi maupun komersialisasi," ujar Ralph Schackart, analis di William Blair.

>>> Marjorie Taylor Greene Kecam Kebijakan Perang Trump Picu Inflasi

"Investor menantikan Meta memonetisasi produk baru yang mengutamakan AI."

Wall Street belum menunjukkan respons positif. Nilai saham Meta merosot 18% dalam 12 bulan terakhir, meskipun pendapatan kuartal pertama tumbuh 33%.

Awal mula langkah Meta di AI ditandai dengan model Llama yang bersifat open source. Konsep gratis yang bebas dimodifikasi ini dinilai sebagai blunder.

Kegagalan Llama 4 memicu Zuckerberg mengevaluasi ulang strategi AI. Dua bulan kemudian, ia mengumumkan investasi USD 14,3 miliar untuk menggandeng Scale AI dan Wang.

>>> Kapal Tanker Iran Mulai Bergerak Jelang Penandatanganan Kesepakatan Damai

"Saya rasa komunitas AI sebagian besar mengabaikan Meta pada titik ini," ujar Rob May, CEO startup Neurometric.

Namun, Andrew Moore, mantan kepala AI Google Cloud, optimistis Meta belum terlambat. "Meta wajib membuktikan keunggulan komparatif pada satu sektor AI spesifik," katanya.

Tantangan internal juga membayangi Meta. Perusahaan melakukan PHK terhadap sekitar 8.000 pekerja, yang menurunkan moral karyawan.

Ketegangan sempat muncul di jajaran pimpinan AI, terutama tekanan yang dihadapi Wang bersama mantan CEO GitHub Nat Friedman.

Namun, Wang membantah adanya konflik internal dalam sebuah podcast pada Mei.

>>> Saham BBCA Menguat 2,79 Persen saat Ex Date Dividen Interim

Wang menyebut Muse Spark sebagai 'makanan pembuka' dan menjanjikan model-model yang lebih kuat di masa depan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru