⌂ Beranda News Peretas Manipulasi Meta AI untuk Ambil Alih Akun Instagram

Peretas Manipulasi Meta AI untuk Ambil Alih Akun Instagram

Peretas Manipulasi Meta AI untuk Ambil Alih Akun Instagram
Tampilan antarmuka Meta AI Support Assistant yang diretas
A A Ukuran Teks16px

Sebuah celah keamanan pada platform Meta AI Support Assistant berhasil dimanfaatkan peretas untuk mengambil alih akun Instagram korban secara ilegal.

Insiden ini terjadi pada Selasa (2/6/2026) dan dilaporkan oleh Teknologi.

>>> Saham AMMN Lepas dari Tekanan MSCI, Momentum Akumulasi Terbuka

Eksploitasi sistem proteksi ini berdampak pada sejumlah akun profil tinggi.

Termasuk akun era pemerintahan Presiden Obama yang tidak aktif sejak 2017 dan akun milik Kepala Sersan Mayor Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat, John Bentivegna.

Aksi pembobolan siber ini terungkap setelah pengguna di platform Reddit dan X memberikan peringatan mengenai pola serangan serupa.

Peneliti keamanan siber ternama, Jane Wong, menjadi salah satu korban yang akunnya diambil alih secara cepat tanpa notifikasi peringatan awal.

>>> itel Luncurkan VistaTab 30 GT dan VistaTab 30 Pro di Indonesia

"Password tiba-tiba berubah tanpa meminta persetujuan saya," kata Wong, dikutip dari Techcrunch.

Metode Serangan

Peretas menggunakan jaringan VPN untuk memalsukan lokasi geografis target agar terhindar dari deteksi otomatis.

Mereka kemudian meminta bantuan kecerdasan buatan di ruang obrolan Meta AI Support Assistant untuk menambahkan alamat surel baru ke akun korban.

>>> Changan Nevo Q05 Meluncur di Thailand, Siap Ekspansi ke Indonesia

Hal ini memicu bot untuk menampilkan tombol atur ulang kata sandi setelah kode verifikasi dimasukkan.

Skema ini dinilai sangat berbahaya karena pelaku tidak perlu meretas atau mengambil alih alamat surel asli milik korban.

Validasi forensik digital menunjukkan bahwa kotak masuk surel publik milik peretas terbukti menerima kode verifikasi resmi dari sistem asisten AI tersebut.

Juru bicara Instagram, Andy Stone, memberikan konfirmasi resmi bahwa gangguan keamanan pada sistem pelayanan pelanggan berbasis AI tersebut kini telah sepenuhnya diperbaiki.

>>> Elon Musk Akui Menderita dan Kesepian Tanpa Belahan Jiwa

Meskipun demikian, manajemen Meta belum memberikan rincian data resmi mengenai total jumlah pengguna yang menjadi korban dari insiden ini.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru