⌂ Beranda News Indosat Mitigasi Risiko Pelemahan Rupiah dengan Kewajiban Mata Uang Lokal

Indosat Mitigasi Risiko Pelemahan Rupiah dengan Kewajiban Mata Uang Lokal

Indosat Mitigasi Risiko Pelemahan Rupiah dengan Kewajiban Mata Uang Lokal
Gedung kantor Indosat di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

PT Indosat Ooredoo Hutchison memastikan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak mengganggu stabilitas bisnis perusahaan.

Manajemen menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta pada Rabu, 27 Mei 2026, di tengah kekhawatiran sektor telekomunikasi terhadap lonjakan biaya operasional komponen impor.

>>> Kamila Andini Raih Penghargaan Women in Cinema Spotlight di Cannes 2026

Langkah Antisipasi Perusahaan

Langkah antisipasi dilakukan untuk menghadapi pelemahan mata uang lokal yang berisiko menaikkan biaya pengadaan perangkat jaringan dan infrastruktur teknologi.

Industri telekomunikasi menjadi salah satu sektor yang sensitif terhadap pergerakan kurs karena ketergantungan pada komponen berbasis mata uang asing.

Direktur dan Chief Financial Officer Indosat, Nicky Lee, menjelaskan langkah strategis perusahaan dalam menekan dampak gejolak makroekonomi.

“Sebagai langkah pengelolaan risiko, kewajiban keuangan perusahaan sebagian besar didenominasikan dalam mata uang rupiah,” ujar Nicky Lee.

>>> Syifa Hadju Hadiri CHANEL Métiers d'art 2026 di Seoul, Berfoto Bareng Ji Chang-wook

Perusahaan juga memiliki kemampuan untuk melakukan lindung nilai atau hedging valuta asing sesuai kebutuhan.

Langkah ini diambil untuk menjaga komitmen dalam mempertahankan kualitas layanan bagi pelanggan serta mendukung konektivitas nasional.

“Fluktuasi nilai tukar hingga saat ini dapat kami kelola dengan baik,” kata Nicky Lee.

Tekanan terhadap mata uang nasional terlihat dari nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh level Rp17.800 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, dolar AS menguat 0,29 persen atau naik 52 poin ke posisi Rp17.795.

>>> AS Wajibkan Pemohon Green Card Ajukan dari Luar Negeri

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangan mengenai kondisi fundamental ekonomi nasional.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya.

Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya.

Pemerintah telah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara melalui treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

>>> Rupiah Alami Overshooting Akibat Tekanan Ekonomi Global dan Domestik

Kebijakan ini berdampak pada penurunan imbal hasil atau yield di pasar obligasi Indonesia meskipun rupiah sedang mengalami pelemahan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru