⌂ Beranda News Kenali Penyebab Gagal Tumbuh pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kenali Penyebab Gagal Tumbuh pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kenali Penyebab Gagal Tumbuh pada Anak dan Cara Mengatasinya
Anak makan makanan sehat untuk mencegah gagal tumbuh
A A Ukuran Teks16px

Gagal tumbuh atau weight faltering pada anak adalah kondisi di mana berat badan anak jauh lebih rendah atau pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan anak seusianya.

Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari orang tua.

>>> Presiden Prabowo Subianto Laksanakan Salat Iduladha di Paris

Pemeriksaan berkala sangat penting untuk memantau pertumbuhan. Orang tua perlu menimbang berat badan, mengukur panjang badan, serta memeriksa lingkar kepala anak setiap bulan.

Penyebab Berdasarkan Usia

Pada fase bayi, asupan kalori rendah biasanya dipicu oleh produksi ASI ibu yang rendah. Kesulitan pelekatan saat menyusui dan kurangnya konsumsi susu harian juga menjadi penyebab utama.

Sementara pada anak yang lebih besar, rendahnya asupan kalori bisa disebabkan oleh gangguan makan. Salah satu contohnya adalah avoidant/restrictive food intake disorder.

Gangguan Penyerapan Nutrisi dan Kebutuhan Metabolik

Masalah penyerapan nutrisi juga bisa menyebabkan gagal tumbuh.

Tubuh gagal memproses kalori dengan baik akibat penyakit celiac, kelainan anatomi saluran pencernaan, fibrosis kistik, radang usus, atau alergi protein susu.

>>> Pemprov DKI Cairkan Bansos PKD Mei 2026 untuk 187.706 Penerima

Kebutuhan metabolik yang meningkat memaksa tubuh membutuhkan energi lebih besar.

Kondisi ini sering dipicu oleh penyakit jantung bawaan, gangguan paru-paru bawaan, hipertiroidisme, kelainan metabolisme bawaan, penyakit ginjal, serta tuberkulosis.

Tanda dan Gejala

Orang tua dapat mengenali gejala gagal tumbuh dari berat badan dan panjang anak yang tidak kunjung bertambah.

Anak juga terlihat lebih sering tidur, mudah tertidur saat makan, serta kurang berinteraksi sosial sesuai tahap perkembangannya.

>>> Cara Cek BPJS Kesehatan dengan NIK Secara Online Lewat HP

Cara Mengatasi

Untuk meminimalkan risiko, orang tua disarankan mengatur porsi serat dari sayur dan buah agar tidak berlebihan.

Komposisi MPASI harus seimbang dengan mengutamakan protein hewani karena mengandung asam amino lengkap untuk otak.

Pemeriksaan tumbuh kembang secara rutin wajib dilakukan agar penurunan atau kelambatan berat badan bisa segera terdeteksi.

Jika anak menolak makan, berikan porsi yang lebih kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering.

Variasi menu baru diperlukan untuk mencegah kebosanan yang memicu gerakan tutup mulut. Mengubah bentuk, rasa, tekstur, hingga peralatan makan bisa menjadi solusi efektif.

>>> PT Dirgantara Indonesia Rombak Direksi dan Dewan Komisaris

Biarkan anak bereksplorasi menyentuh makanan dengan tangannya sendiri untuk meningkatkan semangat makan. Segera hubungi dokter spesialis anak jika grafik pertumbuhan anak tidak mengalami kenaikan secara konsisten.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru