Jet tempur Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah kapal milik Iran di Selat Hormuz pada Selasa (26/5/2026).
Aksi militer itu berlangsung beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan sinyal positif terkait negosiasi kesepakatan sementara.
>>> IHSG Melemah 12 Poin, Tiga Saham Prajogo Pangestu Justru Melonjak
Serangan terjadi di kawasan selatan Pulau Larak. Media pemerintah Iran, Nour News, melaporkan beberapa personel militer Iran tewas, namun jumlah korban jiwa belum dirinci.
Konfirmasi dan Alasan Militer
Komando Pusat AS (USCENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan Amerika menghantam sejumlah situs peluncuran rudal di Iran dan kapal yang mencoba memasang ranjau laut.
Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, menyatakan operasi itu bersifat defensif untuk melindungi pasukan sekutu.
Pertempuran ini mempertegas rapuhnya gencatan senjata antara AS dan Iran.
Jalur pelayaran Selat Hormuz praktis tertutup sejak serangan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari, memicu guncangan energi dan inflasi global.
Indeks berjangka S&P 500 melemah 0,3 persen dari level tertinggi Senin pada perdagangan Asia Selasa.
>>> Finale Musim Ketiga Tracker Raih 16,5 Juta Penonton
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik mendekati US$91 per barel.
Trump melalui Truth Social mendesak Arab Saudi, Qatar, dan negara lain bergabung dalam Abraham Accords serta mengakui kedaulatan Israel.
Ia juga menegaskan uranium yang diperkaya Iran harus diserahkan ke AS atau dihancurkan.
"Ini hanya akan menjadi kesepakatan besar bagi semua pihak atau tidak ada kesepakatan sama sekali — kembali ke medan perang dan penembakan, tetapi lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya," kata Trump.
"Dan tidak ada yang menginginkan itu!"
>>> Honda City Sedan Facelift Meluncur dengan Desain Lebih Agresif dan Fitur Modern
Trump menghadapi tekanan dari kelompok garis keras anti-Iran di AS, termasuk Senator Lindsey Graham, yang menilai rancangan kesepakatan terlalu banyak memberi konsesi kepada Teheran.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan militer Israel akan terus meningkatkan serangan terhadap Hizbullah di Lebanon selatan.
Eskalasi terjadi setelah drone Hizbullah jatuh di Israel dan sebuah roket berhasil dicegat.
Teheran menuntut penghentian total permusuhan terhadap Hizbullah sebagai syarat kesepakatan damai dengan AS. Draf potensial kesepakatan AS-Iran dilaporkan telah mencakup klausul penghentian perang Israel-Hizbullah.
Delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati bertolak ke Doha untuk berkonsultasi dengan pejabat Qatar.
Pertemuan akan membahas solusi atas pembekuan dana Iran.
>>> Dua Lipa Rilis Film Konser dan Album Live dari Final Tur Meksiko
Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir juga menuju Doha, menurut Al Arabiya. Pakistan berperan sebagai mediator dalam pembicaraan diplomatik AS-Iran.