FT Vest S&P 500 Dividend Aristocrats Target Income ETF (KNG) menawarkan imbal hasil distribusi sekitar 8,6% melalui strategi covered call bulanan.
Namun, pendekatan ini membatasi potensi kenaikan modal dari saham-saham dividen berkualitas.
>>> Eid al-Adha: Latihan Tahunan Nilai-Nilai Luhur Menurut Cendekiawan Islam
Dalam delapan tahun sejak April 2018 hingga Mei 2026, KNG mencatat total return 93%.
Sementara itu, ProShares S&P 500 Dividend Aristocrats ETF (NOBL) memberikan imbal hasil 107% pada periode yang sama.
>>> Hilton Capital Jual Saham ETF Goldman Sachs Senilai 25 Juta Dolar
Selisih kinerja tersebut setara dengan underperform tahunan sekitar 1,75% bagi KNG. Perbedaan ini berdampak signifikan pada akumulasi investasi jangka panjang.
Sebagai contoh, alokasi awal $100.000 yang dibagi ke kedua dana akan membuat portofolio NOBL jauh lebih besar saat ini, meskipun KNG memberikan cek distribusi bulanan yang lebih besar.
>>> Netflix Rilis 13 Tayangan Baru Pekan Terakhir Mei 2026
Biaya pengelolaan juga menjadi faktor pembeda. ProShares membebankan biaya 0,35%, sedangkan KNG memungut 0,74%.
Alternatif lain seperti Amplify CWP Enhanced Dividend Income ETF juga unggul dengan return 66% dalam lima tahun, berkat strategi penulisan opsi yang lebih selektif.
>>> Indeks Saham Italia Tembus Rekor Tertinggi Sejak 2000
KNG memegang 69 saham Dividend Aristocrats, termasuk Johnson & Johnson yang naik 55% dalam setahun terakhir. Namun, covered call membatasi keuntungan dari kenaikan harga saham tersebut.
