⌂ Beranda News Eid al-Adha: Latihan Tahunan Nilai-Nilai Luhur Menurut Cendekiawan Islam

Eid al-Adha: Latihan Tahunan Nilai-Nilai Luhur Menurut Cendekiawan Islam

Eid al-Adha: Latihan Tahunan Nilai-Nilai Luhur Menurut Cendekiawan Islam
Umat Islam melaksanakan salat Idul Adha di masjid
A A Ukuran Teks16px

Para cendekiawan Islam menekankan bahwa Idul Adha berfungsi sebagai latihan simbolis global dari nilai-nilai spiritual dan dedikasi inti yang harus dijaga oleh umat beriman sepanjang tahun.

Menurut analisis Maulana Wahiduddin Khan yang diterbitkan awazthevoice. in, perayaan ini jatuh pada Zulhijah, bulan terakhir kalender Hijriah, bertepatan dengan ibadah haji tahunan di Makkah.

>>> Netflix Rilis 13 Tayangan Baru Pekan Terakhir Mei 2026

Momen ini mengikat komunitas Muslim global melalui praktik simbolis bersama, menciptakan hari solidaritas internasional bagi jemaah haji dan mereka yang merayakan di negara asal.

Landasan sejarah festival ini berawal 4.000 tahun lalu dari kisah Nabi Ibrahim, istrinya Hajar, dan putra mereka Ismail.

Tradisi menyebutkan Ibrahim diperintahkan dalam mimpi untuk mengorbankan putranya, namun intervensi ilahi menggantikannya dengan hewan.

>>> Indeks Saham Italia Tembus Rekor Tertinggi Sejak 2000

Pengorbanan sesungguhnya bergeser pada perjuangan keluarga tersebut menetap di padang pasir Makkah. Kelangsungan hidup dan perkembangan mereka di lingkungan gurun akhirnya melahirkan masyarakat yang sangat tangguh.

"Ada seorang wanita di awal segala hal besar," kata Maulana Wahiduddin Khan, merujuk pada pepatah kuno yang terbukti benar saat Hajar dan putranya memulai generasi dan era baru.

Dua Praktik Utama Idul Adha

Perayaan Idul Adha modern terdiri dari dua praktik utama: salat berjemaah di masjid dan penyembelihan hewan kurban.

>>> Good Morning America Luncurkan Diskon Musim Panas Hingga 75 Persen

Ritual ini mencerminkan kondisi pikiran ganda, di mana salat melambangkan spiritualitas dan kurban melambangkan dedikasi seumur hidup.

Khan menjelaskan bahwa hari raya ini menyampaikan pesan tiga lapis: mendorong kepala keluarga membantu pembangunan manusia, menginspirasi pengorbanan di kalangan pemuda, dan menyambut perempuan untuk memulai proses sehat dalam sejarah.

Kerangka spiritual ini menghubungkan festival dengan tonggak sejarah yang membimbing aktivitas manusia. Khan membandingkannya dengan festival Deepawali yang mengingatkan pada kemenangan cahaya atas kegelapan.

>>> Harga Rumah AS Stabil, 81 Pasar Utama Alami Penurunan

Maulana Wahiduddin Khan menjelaskan Idul Adha sebagai simbol solidaritas, spiritualitas, dan dedikasi yang harus berdampak pada Muslim sepanjang tahun.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru