Circle Internet Group mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 20% menjadi $694 juta pada kuartal pertama tahun 2026. Laporan keuangan tersebut dirilis pada 11 Mei 2026.
Meski pendapatan meningkat, laba bersih perusahaan fintech ini justru turun 15% menjadi $55 juta. Penurunan tersebut dipicu oleh volatilitas pasar mata uang kripto dan kenaikan biaya operasional.
>>> Donald Trump Beli Saham Palantir Technologies Sebelum Puji Perusahaan di Truth Social
Ekspansi USDC dan Kinerja Keuangan
Sirkulasi stablecoin USDC milik Circle meluas 28% menjadi $77 miliar. Namun, imbal hasil cadangan turun ke 3,5%, sedikit di bawah proyeksi 3,56%.
Laba sebelum pajak yang disesuaikan tumbuh 24% menjadi $151 juta. Angka ini melampaui estimasi Wall Street sebesar $137,9 juta, meskipun tekanan kompensasi mempengaruhi profitabilitas secara keseluruhan.
>>> Kenaikan Biaya Pupuk Ancam Harga Pangan Global
Perusahaan terus memajukan arsitektur digitalnya dengan fokus pada mekanisme pembayaran yang terhubung langsung dengan teknologi otomatis.
“Eksekusi yang kuat terhadap peluang yang jauh lebih besar: konvergensi cepat platform AI dan sistem operasi ekonomi menjadi tumpukan internet baru,” kata Jeremy Allaire, CEO Circle Internet Group.
>>> Vanguard S&P 500 ETF Mendekati Rekor Aset Satu Triliun Dolar
Manajemen perusahaan menekankan peran mata uang digital dalam kerangka elektronik modern. Namun, pengamat pasar memperingatkan potensi kerentanan keuangan terdesentralisasi.
“Mata uang asli dari perdagangan mesin-ke-mesin,” tegas Jeremy Allaire.
>>> Saham Teradyne Anjlok Usai Proyeksi Pendapatan Kuartal II Lemah
Analis pasar memperingatkan bahwa pelanggaran keamanan keuangan terdesentralisasi dan pergeseran arus modal dapat menjadi hambatan bagi integrasi stablecoin secara luas.
