Saham Teradyne, Inc. anjlok lebih dari 8% dalam perdagangan setelah jam bursa pada 29 April. Penurunan ini dipicu oleh proyeksi pendapatan kuartal kedua yang lebih rendah.
Perusahaan pengembang sistem uji otomatis itu memperkirakan pendapatan kuartal II antara $1,15 miliar hingga $1,25 miliar.
>>> Enam Negara Bagian AS Beri Keringanan Pajak Besar bagi Pensiunan
Angka tersebut di bawah capaian kuartal I sebesar $1,28 miliar.
Laba per saham disesuaikan diproyeksikan berkisar $1,86 hingga $2,15. Jumlah itu turun dari $2,56 pada kuartal sebelumnya.
>>> Netflix Desi Bling Picu Perdebatan soal Gaya Hidup Mewah di UEA
Meski proyeksi kuartal II melemah, pendapatan kuartal I justru melonjak 87% secara tahunan. Lonjakan itu didorong oleh permintaan semikonduktor untuk kecerdasan buatan (AI).
Untuk memperkuat kemampuan perangkat lunak pengujian semikonduktor, Teradyne baru saja menyelesaikan akuisisi TestInsight.
Reaksi Analis
Menyusul pengumuman tersebut, Morgan Stanley menyesuaikan prospeknya terhadap saham Teradyne pada 30 April.
>>> Pemerintah AS Investasi 2 Miliar Dolar untuk Dorong Industri Kuantum
Analis Shane Brett menaikkan target harga saham dari $376 menjadi $387, namun tetap mempertahankan peringkat Equal Weight.
Brett mengatakan ekspektasi networking untuk skenario bullish harus dikurangi. Meski demikian, Morgan Stanley masih mendukung fundamental pasar Teradyne.
>>> Sprott Inc Catatkan Kinerja Kuartal I di Atas Ekspektasi
Saat ini, Teradyne memiliki segmen bisnis yang mencakup pengujian semikonduktor, robotika, dan sistem uji otomatis lainnya.
