Pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, menyatakan optimisme terhadap instrumen keuangan yang dikelola oleh Strive, perusahaan investasi yang didirikan oleh pengusaha dan pemimpin Partai Republik Vivek Ramaswamy.
Strive saat ini memiliki 15.391 Bitcoin dalam neraca keuangannya.
>>> Pendapatan The Glimpse Group Anjlok 54% pada Q3 Fiskal 2026
Namun, perusahaan tersebut mencatat kerugian sebesar $393,6 juta untuk periode 12 September hingga 31 Desember 2025, termasuk kerugian $194,5 juta dari kepemilikan Bitcoin.
Pandangan Saylor tentang SATA dan ASST
Meskipun mengalami kerugian, Saylor menyoroti bahwa saham preferen abadi dengan imbal hasil tinggi milik Strive, SATA, dan saham biasanya, ASST, menarik minat yang signifikan.
Menurut Saylor, pasar kredit mulai mengadopsi SATA, sementara pasar modal ekuitas merespons positif ASST. Perkembangan ini terjadi di tengah koreksi pasar yang mempengaruhi aset digital besar.
MicroStrategy sendiri, sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin korporat terbesar di dunia, melaporkan kerugian $12,54 miliar pada kuartal pertama 2026.
>>> Morgan Stanley Naikkan Target Harga Saham Circle Internet Jadi $106
Kerugian tersebut termasuk kerugian yang belum direalisasi sebesar $14,46 miliar dari portofolio aset digitalnya.
Perusahaan saat ini memiliki 843.738 Bitcoin dalam neraca, yang diperoleh dengan total harga pembelian $63,87 miliar.
Nilai kepemilikan tersebut tercatat sebesar $64,89 miliar pada saat penulisan.
>>> Saham Relay Therapeutics Melonjak 6% Setelah Hasil Uji Klinis Zovegalisib Positif
Pasar kripto telah mengalami tren penurunan sejak kejatuhan mendadak pada 10 Oktober tahun lalu.
Setelah mencapai rekor tertinggi $126.080 pada 6 Oktober 2025, nilai aset tersebut turun sekitar 40%.
Saham MicroStrategy (Nasdaq: MSTR) juga mengikuti tren serupa.
Saham mencapai puncak $365 pada awal Oktober, kemudian turun 55% menjadi $162,66 pada saat berita ini ditulis.
>>> Indeks Saham AS Naik di Tengah Kemajuan Negosiasi Damai Iran
Tekanan keuangan mendorong Saylor untuk membahas kemungkinan menjual sebagian portofolio Bitcoin korporat guna mendanai pembayaran dividen, meskipun belum ada penjualan yang dilakukan.