⌂ Beranda News Harga Bitcoin Anjlok di Bawah US$ 60.000, Terburuk Sejak Runtuhnya FTX
News

Harga Bitcoin Anjlok di Bawah US$ 60.000, Terburuk Sejak Runtuhnya FTX

Grafik harga Bitcoin anjlok di bawah 60.000 dolar AS
Grafik harga Bitcoin anjlok di bawah 60.000 dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Harga Bitcoin kembali tertekan dan jatuh di bawah US$ 60.000 per koin pada Kamis (11/6/2026).

Penurunan ini menandai performa mingguan terburuk sejak bursa FTX runtuh pada akhir 2022.

Penyebab utama adalah penarikan dana besar-besaran dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Outflow mencapai US$ 5,5 miliar selama 13 hari berturut-turut.

Sentimen pasar juga terpengaruh oleh aksi jual kecil dari Strategy Inc., perusahaan milik Michael Saylor.

Dari sisi teknikal, harga Bitcoin sempat menembus ke bawah 200-week moving average.

Kebijakan suku bunga global dari The Federal Reserve yang berpotensi naik turut memperburuk situasi.

Data tenaga kerja AS yang ketat mendorong peralihan modal dari aset spekulatif ke sektor teknologi dan AI.

Analis Peringatkan Fase Bearish

Direktur Senior Wincent Paul Howard dari firma perdagangan kripto mengatakan penembusan di bawah level tersebut menandakan pasar mungkin memasuki fase bearish.

Ia menambahkan bahwa volatilitas masih tinggi, sehingga reli harga kemungkinan tidak bertahan lama.

Griffin Ardern, salah satu pendiri Primal Fund, juga menyatakan masih ada ruang untuk penurunan lebih dalam.

Hayden Hughes dari Tokenize Capital menjelaskan penurunan ini dipicu kombinasi outflow ETF, pelemahan indikator teknikal, dan pergeseran ekspektasi suku bunga global.

Jika kondisi pendanaan semakin ketat atau nilai saham perusahaan besar merosot, aksi jual massal bisa terjadi dan menekan stabilitas harga.

📰 Update Terbaru