The Glimpse Group Inc. (NASDAQ:GGRP) melaporkan penurunan pendapatan signifikan pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026.
Perusahaan induk di bidang realitas virtual dan augmented ini mencatat pendapatan sebesar $657.000 untuk kuartal yang berakhir pada Maret 2026.
>>> Saham Relay Therapeutics Melonjak 6% Setelah Hasil Uji Klinis Zovegalisib Positif
Angka tersebut turun 54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen perusahaan menyebut penurunan tajam ini disebabkan oleh hilangnya hampir seluruh pendapatan dari layanan perangkat lunak.
Pendapatan dari sektor layanan perangkat lunak turun dari $1,28 juta menjadi $443.000 secara tahunan.
Penurunan ini terjadi karena perusahaan menghentikan kontrak komersial selama proses restrukturisasi strategis dan menutup anak perusahaannya, S5D.
Laba per saham (EPS) yang dilaporkan menunjukkan kerugian sebesar $0,60 per saham, jauh lebih buruk dibandingkan kerugian $0,07 per saham pada Q3 fiskal 2025.
Hasil ini meleset dari ekspektasi pasar, di mana analis sebelumnya memperkirakan kerugian hanya $0,01 per saham.
>>> Indeks Saham AS Naik di Tengah Kemajuan Negosiasi Damai Iran
Namun, manajemen menyatakan bahwa angka kerugian utama tidak mencerminkan operasi yang berkelanjutan.
Sebesar $10,86 juta dari kerugian bersih yang tercatat berasal dari biaya penurunan nilai goodwill non-tunai satu kali.
Perusahaan menghapus seluruh nilai finansial yang sebelumnya terkait dengan operasi bisnis lamanya.
Penyesuaian akuntansi ini dilakukan saat perusahaan secara aktif mengalihkan fokus korporat dari segmen lama tersebut.
Jika tidak termasuk biaya non-tunai, kerugian EBITDA yang disesuaikan mencapai $1,67 juta.
>>> Riset Devenir: Mayoritas Pengguna HSA Habiskan Dana Cepat untuk Biaya Medis
Meskipun defisit ini lebih besar dari kerugian $1,01 juta pada tahun sebelumnya, angka tersebut masih jauh lebih rendah dari kerugian bersih yang dilaporkan.
Pivot Strategis ke Brightline Interactive
The Glimpse Group juga mengungkapkan strategi rebranding korporat yang berfokus pada anak perusahaannya, Brightline Interactive.
Divisi ini mengembangkan perangkat lunak infrastruktur kecerdasan buatan fisik untuk klien perusahaan dan Departemen Pertahanan AS.
Pergeseran strategis ini menunjukkan bahwa perusahaan meninggalkan kerangka teknologi imersif yang sebelumnya mendefinisikan model bisnisnya.
Sebelumnya, perusahaan induk ini mengelola portofolio beragam anak perusahaan yang berfokus pada solusi XR.
Perusahaan mengembangkan berbagai aplikasi termasuk ruang belajar interaktif, sistem visualisasi 3D, simulasi pelatihan, dan platform kolaborasi korporat.
>>> Microsoft vs. Apple: Saham Magnificent Seven Mana yang Lebih Baik?
Solusi teknologi tersebut menargetkan sektor kesehatan, pemerintahan, perusahaan, dan pendidikan.