Harga gandum global mengalami penurunan luas di pasar komoditas utama pada Jumat (24/5). Penurunan ini terjadi saat pelaku pasar menyesuaikan posisi menjelang akhir pekan libur.
Kontrak berjangka gandum SRW Chicago berakhir stabil hingga turun 1 3/4 sen. Kontrak Juli turun 10 1/2 sen selama sepekan.
>>> Gap Inc. Tunjuk Donald Kohler sebagai CEO Banana Republic
Sementara itu, gandum KC HRW turun 1 3/4 hingga 5 sen di sebagian besar kontrak. Kontrak Juli melemah 6 sen dibanding pekan sebelumnya.
Gandum musim semi Minneapolis juga ditutup di zona negatif. Harga turun hingga 6 sen pada Jumat, dengan kontrak Juli turun 4 1/4 sen dalam sepekan.
Faktor Pendorong Penurunan
Dana spekulatif mengurangi posisi net long secara signifikan pada pekan yang berakhir 19 Mei.
Manajer investasi melepas 14.224 kontrak gandum CBT, sehingga posisi net long menjadi 4.799 kontrak.
>>> CEO Spellbook Sebut Startup AI Manipulasi Metrik Pendapatan
Dana spekulatif juga memangkas 7.715 kontrak dari posisi net long gandum KC. Total posisi net long kini menjadi 30.075 kontrak.
Di sisi lain, Argentina memangkas pajak ekspor gandum dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen pada Kamis (23/5) malam.
Kebijakan ini menambah tekanan pada harga global.
Data penjualan ekspor menunjukkan tren kontras. Komitmen gandum lama mencapai 25,241 MMT, naik 16 persen dibanding tahun lalu.
>>> Harga Berjangka Kapas Anjlok Akibat Penguatan Dolar AS
Volume ini memenuhi 102 persen perkiraan USDA.
Namun, bisnis gandum baru hanya mencapai 0,029 MMT. Angka ini turun 51,45 persen dari pekan yang sama tahun lalu.
Di Eropa, kondisi tanaman stabil.
FranceAgriMer menilai 80 persen gandum lunak Prancis dan 71 persen gandum durum dalam kondisi baik hingga sangat baik.
>>> SEC Tunda Pengecualian Inovasi Kripto untuk Perdagangan Saham Tokenisasi
Bursa Berjangka Chicago akan tutup pada Senin (27/5) untuk Memorial Day. Perdagangan dijadwalkan kembali normal pada Selasa.