Pendiri Authentic Brands Group (ABG), Jamie Salter, secara resmi mundur dari posisi chief executive officer (CEO).
Matt Maddox, yang telah menjabat sebagai presiden perusahaan selama lebih dari setahun, akan mengambil alih peran CEO sambil tetap mempertahankan jabatan presidennya.
>>> Perusahaan Pemakaman Korea Selatan Rugi Rp534 Miliar Akibat Investasi Kripto Berleveras
Maddox akan mengelola operasional sehari-hari perusahaan dan tetap melapor langsung kepada Salter.
Perusahaan mengumumkan pada Rabu bahwa Salter beralih ke peran sebagai chairman eksekutif dewan direksi.
Dalam kapasitas barunya, Salter akan terus mengarahkan pertumbuhan strategis global, mengawasi merger dan akuisisi perusahaan, serta mengelola kemitraan jangka panjang.
>>> Golar LNG Catat Pendapatan Naik ke $138 Juta pada Kuartal I 2026
Portofolio dan Tantangan
ABG memperluas portofolionya dengan mengakuisisi hak kekayaan intelektual, sering kali mengamankan merek selama proses kebangkrutan.
Model bisnis ini memungkinkan perusahaan menghasilkan keuntungan dari merek seperti Brooks Brothers, Aéropostale, dan Rockport sambil mengalihdayakan operasi fisik.
Catalyst Brands mengelola sejumlah nama di bawah perusahaan induk, termasuk J. C.
Penney.
>>> KANZHUN Catat Kinerja Keuangan Kuartal I Kuat, Pengguna Aktif Tumbuh
Baru-baru ini, unit Catalyst yang mengelola Eddie Bauer masuk dalam perlindungan kebangkrutan dan menutup toko ritelnya setelah operasi e-commerce dialihkan ke perusahaan lain.
Portofolio perusahaan kini mencakup lebih dari 50 merek, termasuk Reebok, Champion, Guess, Nautica, Lucky Brand, Nine West, Juicy Couture, Vince Camuto, Izod, Barneys New York, dan Quiksilver.
ABG juga menguasai hak kekayaan intelektual tokoh terkenal seperti Shaquille O'Neal, David Beckham, Kevin Hart, Elvis Presley, Muhammad Ali, dan Marilyn Monroe.
>>> Rio Tinto Kirimkan 8 Miliar Ton Bijih Besi dari Pilbara ke Jepang
Salter sebelumnya menyatakan penyesalan atas pembelian merek Forever 21 pada tahun 2020 bersama operator mal Simon dan Brookfield, menyebut usaha patungan itu sebagai kesalahan terbesarnya.