ExxonMobil (NYSE: XOM) dan Chevron (NYSE: CVX) adalah pemimpin di sektor minyak.
Keduanya memiliki operasi terintegrasi global, biaya rendah, neraca keuangan yang kuat, dan catatan luar biasa dalam memberikan nilai kepada pemegang saham.
>>> Retirees Face Critical Choice on 5.5% Mortgage Payoff Strategy
Kedua raksasa energi ini juga memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Dengan profil yang sama-sama kuat, sulit menentukan mana yang lebih baik untuk dibeli.
Perbandingan Kinerja Keuangan
Tahun lalu, ExxonMobil membukukan laba sebesar $28,8 miliar dan arus kas dari operasi sebesar $52 miliar.
Angka ini jauh di atas Chevron yang mencatat laba $13,5 miliar dan arus kas $33,9 miliar.
Exxon juga memimpin dalam pertumbuhan laba dan arus kas selama lima tahun terakhir, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk masing-masing lebih dari 20% dan 10%.
Selain itu, Exxon telah menghemat biaya struktural kumulatif sebesar $15,1 miliar sejak 2019, lebih besar dari gabungan seluruh IOC lainnya.
>>> S&P Global Catat Margin Laba Besar, Saham Melonjak di Wall Street
Rata-rata pengembalian modal yang digunakan sejak 2019 mencapai 11%, juga tertinggi di antara IOC.
Neraca keuangan Exxon sangat kuat dengan rasio utang bersih terhadap modal hanya 11%.
Kekuatan finansial ini memungkinkan Exxon membayar dividen sebesar $17,2 miliar tahun lalu, menjadikannya pembayar dividen terbesar kedua di S&P 500.
Exxon juga telah menaikkan dividen selama 43 tahun berturut-turut, rekor terpanjang di industrinya.
Meskipun Exxon unggul di banyak kategori, Chevron bukanlah pesaing lemah. Chevron mencatat tingkat pertumbuhan dividen tertinggi di antara kelompoknya selama dekade terakhir.
>>> Marks & Spencer Catat Kenaikan Penjualan dan Rencanakan Investasi
Chevron juga memiliki titik impas terendah (kurang dari $50 per barel untuk mendanai program modal dan dividen), margin kas terbaik, tingkat reinvestasi terendah, dan pengembalian proyek baru tertinggi.
Prospek ke Depan
Exxon dan Chevron sama-sama beroperasi di bawah rencana lima tahun. Exxon merevisi rencana 2030-nya pada Desember lalu.
Perusahaan kini memperkirakan pertumbuhan laba sebesar $25 miliar dan pertumbuhan arus kas sebesar $35 miliar pada 2030, dengan asumsi harga dan margin sama seperti 2024.
Ini mengimplikasikan pertumbuhan laba per saham tahunan sebesar 13% dan pertumbuhan arus kas dua digit.
Exxon juga memperkirakan arus kas bebas kumulatif sebesar $145 miliar hingga 2030 pada harga minyak $65 per barel.
>>> Harga Saham Arista Networks Naik Setelah Analis Wall Street Naikkan Target
Prospek ini didukung oleh proyek modal dengan imbal hasil tinggi dan penghematan biaya struktural tambahan sebesar $5 miliar.