SpaceX mengajukan pernyataan pendaftaran S-1 ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada Rabu untuk memulai penawaran umum perdana (IPO).
Dokumen regulasi setebal 308 halaman itu mengungkapkan lintasan keuangan perusahaan manufaktur kedirgantaraan tersebut.
>>> Kroger Potong Harga, Saham Costco Tertekan
Kinerja Keuangan SpaceX
Pendapatan SpaceX meningkat pesat: $10 miliar pada 2023, $14 miliar pada 2024, dan $19 miliar pada 2025.
Namun, perusahaan mencatat rugi bersih $4,9 miliar untuk 2025. Berdasarkan kinerja kuartal pertama 2026, SpaceX diperkirakan mengalami kerugian tahunan sekitar $17 miliar.
Biaya riset dan pengembangan mencapai 46 persen dari pendapatan tahun lalu, lalu melonjak menjadi 75 persen pada kuartal pertama 2026.
SpaceX memiliki total liabilitas $60 miliar, termasuk utang senior secured notes 12,5 persen yang diwariskan melalui akuisisi xAI.
>>> Jim Cramer: Semikonduktor dan AI Gantikan Software sebagai Pemimpin Pasar Teknologi
Pembakaran kas (cash burn) mencapai $9 miliar dalam satu kuartal.
Sementara itu, opsi bonus chief financial officer yang terkait dengan pencapaian adjusted EBITDA $10 miliar tidak vested pada 2025.
Catatan kaki dalam dokumen tersebut mengungkapkan biaya terminasi kontinjensi $10 miliar terkait opsi beli pada Cursor, startup AI coding senilai $60 miliar, yang dapat dilaksanakan 30 hari setelah IPO.
>>> Saham POET Technologies Melonjak 133% di Tengah Kesepakatan Lumilens dan Gugatan Hukum
SpaceX juga memiliki lebih dari $12 miliar kewajiban dalam setidaknya tiga transaksi sale-leaseback dengan pihak terkait bernama Valor.
Tata Kelola dan Risiko
Elon Musk menjabat sebagai CEO, CTO, dan Chairman secara bersamaan, dengan kendali suara mayoritas. Ia tidak memiliki perjanjian kerja penuh waktu atau polis asuransi jiwa.
Piagam perusahaan secara eksplisit mengizinkan perusahaan afiliasi Musk seperti Tesla, Neuralink, dan The Boring Company untuk bersaing langsung dengan SpaceX.
Risiko operasional internasional juga diungkap, termasuk penyitaan aset SpaceX oleh Brasil akibat tindakan terkait Twitter sebelum SpaceX memiliki platform tersebut.
>>> Bloom Energy Q1 2026: Pendapatan Melonjak 130%, Saham Dinilai Terlalu Tinggi
SpaceX juga mengungkapkan fitur chatbot "Unhinged Voice Mode" kepada SEC, litigasi CSAM yang sedang berlangsung, dan proyek kolaborasi Tesla yang belum final bernama "Macrohard".