⌂ Beranda News Spacex Ajukan IPO dengan Valuasi Rp 27.000 Triliun

Spacex Ajukan IPO dengan Valuasi Rp 27.000 Triliun

Spacex Ajukan IPO dengan Valuasi Rp 27.000 Triliun
Roket SpaceX meluncur
A A Ukuran Teks16px

SpaceX, perusahaan eksplorasi antariksa milik Elon Musk, telah mengajukan pernyataan pendaftaran S-1 ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada Rabu lalu.

Langkah ini menandai rencana awal penawaran umum perdana (IPO) perusahaan tersebut.

>>> Pinjaman Tanpa Agunan: Solusi Utang Tanpa Jaminan Aset

Dalam dokumen yang dilaporkan oleh Detik Finance, SpaceX membidik valuasi historis sebesar $1,75 triliun. Angka ini menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai yang akan melantai di bursa.

Prospektus setebal 38 halaman itu mengungkapkan berbagai risiko bisnis potensial. Salah satu sorotan utama adalah ketergantungan besar pada CEO Elon Musk.

Ketergantungan pada Elon Musk

SpaceX secara eksplisit menyatakan bahwa perusahaan sangat bergantung pada kelanjutan jasa dan kinerja Musk. Kepemimpinan, visi, dan keahliannya dianggap kritis bagi pengembangan teknologi dan strategi bisnis.

>>> GMT Capital Acquires Major Stake in Marriott Vacations Worldwide

Dokumen tersebut mencatat bahwa Musk mengelola beberapa usaha secara bersamaan, termasuk Tesla, Neuralink, dan The Boring Company. Hal ini membuatnya tidak dapat mencurahkan perhatian penuh pada SpaceX.

“Kami sangat bergantung pada kelanjutan jasa dan kinerja Tuan Musk, yang kepemimpinan, visi, dan keahliannya sangat penting bagi pengembangan teknologi kami dan pelaksanaan strategi bisnis kami,” tulis SpaceX dalam dokumen resmi.

Perusahaan menambahkan bahwa Musk telah dan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan, inovasi, dan kesuksesan operasional.

Kehilangan Musk, baik karena kematian, cacat, atau lainnya, dapat mengganggu struktur manajemen dan merusak hubungan komersial.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Kemajuan Perundingan Damai AS-Iran

“Kehilangan Tuan Musk, baik karena kematian, cacat, atau lainnya, atau ketidakmampuan atau keengganannya untuk melanjutkan perannya saat ini, dapat secara signifikan mengganggu struktur manajemen kami, mempengaruhi kemampuan kami untuk menjalankan rencana strategis, dan berdampak negatif pada reputasi serta hubungan dengan pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya,” lanjut perusahaan.

Selain risiko terkait Musk, prospektus juga menyoroti kekhawatiran mengenai kecerdasan buatan (AI) dan regulasi penerbangan antariksa. Faktor-faktor ini dinilai dapat mempengaruhi operasional dan prospek bisnis SpaceX ke depan.

Dalam hal perolehan dana, SpaceX menargetkan hingga $75 miliar dari IPO tersebut.

>>> Porsha Williams Tantang K. Michelle Bicarakan Konflik Reality Show di Depan Kamera

Jika tercapai, angka ini akan melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Saudi Aramco sebesar $29,4 miliar pada akhir 2019.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru