Seorang pembaca berusia 21 tahun mengaku cemas tentang masa depan, mulai dari prospek pekerjaan, pasangan, kepemilikan rumah, hingga perubahan iklim dan politik global.
Ia mendapat saran untuk "tidak memikirkannya" atau "fokus pada hal yang bisa dikendalikan". Namun, ia merasa saran itu tidak membantu.
>>> Spacex Ajukan IPO Senilai $75 Miliar, Goldman Sachs Pimpin Penjaminan
Eleanor Gordon-Smith, kolumnis nasihat, menanggapi bahwa gagasan merawat diri dengan menjauh dari masalah adalah kebohongan yang dijual oleh mereka yang menganggap garam epsom sebagai bentuk perlawanan.
Menurutnya, banyak orang perlu berhenti mencari cara untuk merasa lebih baik dan mulai mencari cara untuk berjuang.
Berjuang adalah Jalan Menuju Kenyamanan
Gordon-Smith menganalogikan dengan menghadapi daftar tugas yang panjang.
>>> Aristotle Small Cap Equity Fund Ungguli Russell 2000 pada Q1 2026
Rasa kewalahan membuat orang menunda, tetapi tidak ada obat penenang yang lebih baik selain menghadapi masalah secara langsung.
Bentuk pelarian apa pun hanya bersifat rapuh karena tubuh tahu itu hanya bersembunyi.
Ia menegaskan bahwa masalah utama bukanlah rasa cemas, melainkan kenyataan bahwa masalah itu benar-benar terjadi. Sama seperti kehilangan kunci, masalah utamanya adalah kuncinya hilang, bukan stresnya.
Untuk mengatasi hal ini, Gordon-Smith menyarankan untuk bertemu dan berpikir bersama orang lain yang juga khawatir tentang ketidakmampuan membeli rumah atau masa depan lingkungan.
>>> FCA Terapkan Aturan CASS 15 yang Lebih Ketat untuk Perusahaan Pembayaran
Menemukan teman seperjuangan dapat memberikan kelegaan yang istimewa.
Dengan terlibat dalam masalah, seseorang akan merasa lebih berani, kuat, dan autentik. Ia mengutip filsuf John Dewey yang mengatakan bahwa obat untuk demokrasi adalah lebih banyak demokrasi.
Baginya, obat untuk perjuangan adalah lebih banyak perjuangan.
>>> Posh Grandpa Style Takes Over Men's Fashion Trend
Meskipun ada pajak keputusasaan dalam menghadapi hal-hal serius, hidup dalam gelembung bukanlah cara merawat diri. Kelegaan sejati datang dari berbalik, menghadapi, dan berjuang.