Beberapa spesies ngengat ternyata tidak hanya mengandalkan kemampuan terbang untuk menghindari predator. Mereka memancarkan gelombang ultrasonik dari alat kelamin sebagai bentuk pertahanan diri terhadap kelelawar.
Temuan ini berasal dari penelitian yang menganalisis struktur reproduksi ngengat elang jantan.
Para peneliti dari Museum Sejarah Alam Florida, Amerika Serikat, mengidentifikasi bagian tubuh yang menghasilkan suara ultrasonik tersebut.
Menurut laporan ScienceAlert pada 4 November, mekanisme pertahanan ini telah muncul secara independen hingga tujuh kali dalam sekitar 30 juta tahun.
Setidaknya ada tiga cara berbeda yang digunakan ngengat untuk menghasilkan suara.
Cara Kerja Pertahanan Ultrasonik
Kelelawar biasanya berburu dalam kegelapan dengan memancarkan gelombang suara dan menerima pantulan gema untuk menemukan mangsanya.
Untuk menghindari predator ini, beberapa spesies ngengat mengembangkan mekanisme penghasil suara dengan menggosokkan bagian tubuh mereka.
Prosesnya mirip dengan suara cicitan jangkrik yang menggosokkan sayap atau desisan laba-laba yang menggosokkan kaki.
Pada ngengat elang jantan, sisik khusus pada struktur genital digosokkan pada permukaan yang telah dimodifikasi di bagian perut.
Dengan demikian, alat kelamin ngengat jantan berfungsi sebagai senjata akustik yang membantu mereka bertahan hidup dari serangan kelelawar.
