Penebangan hutan yang berlangsung hampir 1.000 tahun lalu di sekitar Danau Iseo, Italia, disebut memicu tsunami setinggi lebih dari 50 meter.
Temuan ini berasal dari studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications dan dilaporkan ScienceAlert pada 4 November.
Danau Iseo terletak di Pegunungan Alpen Italia selatan dan secara rutin menerima air serta sedimen dari salju yang mencair melalui Sungai Oglio.
Peran Hutan Penahan Sedimen
Sebelum Abad Pertengahan, hutan menutupi dataran muara Oglio. Akar pohon dan sistem jamur membantu menahan tanah serta membatasi sedimen yang masuk ke danau.
Kondisi itu menjaga dasar danau tetap landai. Namun, setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, aktivitas peternakan, pertambangan, dan penggundulan hutan meningkat.
Peningkatan populasi membuat sedimen yang mengendap di danau bertambah tiga kali lipat setiap tahun.
Akumulasi jangka panjang ini membuat lereng bawah laut di utara danau semakin tinggi dan tidak stabil.
Bencana pertama terjadi pada 1117 ketika gempa bumi Verona mengguncang wilayah tersebut. Lereng sedimen bawah laut runtuh dan menciptakan tsunami besar.
Model komputer tim peneliti menunjukkan gelombang di sisi utara danau bisa mencapai ketinggian lebih dari 50 meter.
Gelombang itu menembus hingga 2,7 kilometer ke daratan dalam waktu kurang dari satu menit.
Studi ini menggabungkan data inti sedimen, survei seismik, catatan arkeologi, manuskrip abad pertengahan, dan pengamatan modern untuk merekonstruksi kedua bencana tersebut.

