⌂ Home › News › Telkom Fasilitasi 84.000 Peserta Try Out TKA 2026 di Banten via PIJAR
News

Telkom Fasilitasi 84.000 Peserta Try Out TKA 2026 di Banten via PIJAR

Ilustrasi asesmen digital berbasis komputer
A A Text Size16px

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui platform pendidikan digital PIJAR mendukung pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat di Provinsi Banten.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten ini menjangkau lebih dari 84.000 peserta dari lebih dari 570 sekolah.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari persiapan peserta didik menghadapi TKA.

PIJAR mendukung asesmen berbasis Computer Based Test (CBT) yang memungkinkan peserta mengerjakan soal secara elektronik.

Sistem ini juga membantu sekolah memantau jalannya ujian secara lebih terstruktur melalui fitur pengawasan yang tersedia.

Fitur anti-cheating dan monitoring real-time

Direktur IT Digital Telkom Kharim I. G.

Siregar menyampaikan bahwa digitalisasi pendidikan perlu berorientasi pada manfaat nyata bagi institusi pendidikan dan peserta didik.

“Digitalisasi pendidikan bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu sekolah menjalankan proses pembelajaran dan asesmen secara lebih efektif, aman, dan terukur,” ujarnya.

Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan fitur PIJAR yang mendukung kebutuhan asesmen digital, termasuk fitur anti-cheating dan monitoring real-time.

Fitur anti-cheating dapat mengisolasi perangkat peserta ketika terdeteksi membuka aplikasi lain selama ujian berlangsung.

Sementara itu, fitur monitoring membantu guru mengidentifikasi kondisi peserta dan mengambil tindak lanjut sesuai kebijakan sekolah.

Pengalaman penggunaan fitur tersebut salah satunya dirasakan oleh SMA Muhammadiyah 2 Tangerang yang turut menggunakan PIJAR dalam pelaksanaan Try Out TKA.

Muhammad Imam Darmawan, Guru Informatika SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, menyampaikan bahwa ujian secara keseluruhan berjalan lancar.

Kendala yang sempat dialami beberapa siswa saat masuk ke sistem diketahui disebabkan oleh kesalahan memasukkan kata sandi.

Ia juga mengapresiasi pengembangan PIJAR yang dinilai telah melengkapi sejumlah kebutuhan sekolah berdasarkan pengalaman menggunakan aplikasi serupa sebelumnya.

“Kami sebelumnya pernah menggunakan beberapa aplikasi, dan menurut saya PIJAR sudah melengkapi beberapa hal yang belum tersedia di aplikasi-aplikasi sebelumnya,” tambahnya.

Dari sisi pengawasan ujian, Mumtahina, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana sekaligus Bendahara Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, menjelaskan bahwa fitur anti-cheating memberikan sekolah kendali dalam menindaklanjuti aktivitas peserta yang memicu isolasi perangkat.

About the Author
Anna Suleta

Anna Suleta

🔗 Related Post
📰 Latest Updates