Kementerian Agama (Kemenag) resmi mendistribusikan dana insentif tahap II untuk Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-sertifikasi.
Program ini sudah berjalan sejak awal Juni 2026.
>>> Refly Harun Protes Penangkapan Roy Suryo di Bandung
Penyaluran bantuan menyasar 3.102 pengajar yang lolos verifikasi. Target penerima ditentukan melalui pemutakhiran data di Aplikasi SIAGA.
Prioritas Kesejahteraan Guru
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi prioritas. Langkah ini untuk mendongkrak kualitas pendidikan agama di Indonesia.
"Guru merupakan ujung tombak pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.
Negara harus hadir memberikan perhatian, termasuk kepada Guru PAI non-ASN yang terus mengabdi dengan dedikasi," ujar Menteri Agama di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.
Dirjen Pendidikan Islam Suyitno menilai program ini sebagai afirmasi nyata pemerintah. Peran guru honorer sangat besar dalam membangun moral dan karakter generasi muda.
>>> IHSG Melemah ke 6.127 Usai MSCI Turunkan Peringkat Transparansi Pasar Modal Indonesia
"Melalui bantuan ini, kami ingin memastikan Guru PAI non-ASN yang belum menerima TPG dan belum mengikuti PPG tetap mendapat perhatian dan dukungan," ungkap Suyitno.
Mekanisme dan Anggaran
Direktur PAI M. Munir menjelaskan pencairan dana tahun 2026 terbagi dalam dua fase.
Pada gelombang pertama (Januari-Maret 2026), dana diserahkan kepada 5.768 guru.
Setiap penerima mendapat bantuan Rp250.000 per bulan. Pada tahap kedua, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp2,326 miliar.
"Total bantuan yang disalurkan tahap pertama sebesar Rp4,326 miliar. Sementara tahap kedua sebesar Rp2,326 miliar," sebut M.
>>> Kementan Peringatkan Risiko Penggunaan Paracetamol pada Tanaman Cabai
Munir.
Penurunan kuota penerima fase kedua dipengaruhi perubahan status kepegawaian. Banyak guru kini sudah lulus sertifikasi atau diangkat menjadi ASN dan PPPK.
"Ada juga yang sudah meninggal. Penetapan penerima berdasarkan verifikasi dan validasi data melalui Aplikasi SIAGA," tegas Munir.
Insentif ini diharapkan menjadi apresiasi bagi guru yang belum mendapatkan tunjangan profesi. Dana tersebut ditargetkan menunjang kinerja profesionalitas guru di sekolah.
"Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan optimal untuk menunjang tugas profesional, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat semangat Guru PAI," ujar M.
>>> 5 Kebiasaan Tidur untuk Menjaga Otak Tetap Tajam
Munir.