⌂ Beranda News Kemenag Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026

Kemenag Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026

Kemenag Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026
Ilustrasi hilal penanda awal Muharram 1448 H
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menetapkan awal tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

Penetapan ini didasarkan pada posisi hilal yang telah memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS di sebagian besar wilayah Indonesia.

>>> Logitech G Perkenalkan G3 Series: Mouse dan Keyboard Gaming Terjangkau

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa berdasarkan hitungan astronomi pada 15 Juni 2026, tinggi hilal saat matahari terbenam berkisar antara 0,92 derajat di Merauke hingga 4,02 derajat di Sabang.

Adapun sudut elongasi hilal tercatat berada pada rentang 5,64 derajat sampai 6,98 derajat.

"Dengan parameter tersebut, sebagian besar wilayah Indonesia telah memenuhi kriteria minimum MABIMS.

Sehingga awal Muharam 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026," kata Arsad Hidayat, Selasa (16/6).

Keputusan ini berbeda dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menetapkan awal Muharram jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.

Kemenag menyatakan tetap menghormati langkah PBNU yang menggenapkan bulan Zulhijah menjadi 30 hari karena hilal tidak terlihat saat pemantauan langsung.

"Menghormati keputusan PBNU," ujar Thobib Al Asyhar, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag.

Metode imkanur rukyat yang dipakai pemerintah dinilai mengintegrasikan observasi lapangan dengan perhitungan astronomi modern secara ilmiah.

>>> Harga Pangan 16 Juni 2026: Cabai dan Daging Ayam Pimpin Kenaikan

"Karena itu, ketika cuaca tidak mendukung pengamatan, data hisab tetap memberikan informasi yang akurat mengenai posisi hilal dan menjadi bagian penting dalam penyusunan kalender hijriah," kata Ismail Fahmi, Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag.

Pihak PBNU sendiri menyatakan keputusan istikmal diambil karena pemantauan rukyatul hilal yang mereka lakukan terhalang oleh faktor cuaca di lapangan.

"Asas tindak lanjutnya, maka awal bulan Muharam 1448 H bertepatan dengan Rabu Kliwon 17 Juni 2026 M (mulai malam Rabu) atas dasar istikmal," demikian pernyataan NU dalam rilis resminya.

Di tengah perbedaan penetapan tanggal, berbagai elemen masyarakat Muslim di daerah tetap menyambut pergantian tahun dengan kegiatan keagamaan dan tradisi kultural.

Di Garut, Komisi Dakwah MUI Pusat memfasilitasi program wisata dakwah bertajuk Ngopi Susu bersama komunitas Biker Subuh Akbar untuk merekatkan silaturahmi antarwarga.

"Ngopi Susu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menambah ilmu agama, memperkuat silaturahmi, dan membangun semangat kebersamaan.

Momentum Tahun Baru Hijriah ini kami jadikan ajang untuk mengajak masyarakat melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik," kata H. Yayan Gunawan, Penasehat Bikers Subuh Akbar.

>>> BRI Beri Saldo Tabungan Emas bagi Agen BRILink yang Aktifkan BRImo

Pihak penyelenggara di Garut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan ulama pusat dan konsistensi warga dalam menghidupkan syiar keagamaan di ruang terbuka.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru