Pengembang game Rebel Wolves bersama penerbit Bandai Namco Entertainment secara resmi memperkenalkan proyek game Action-RPG open world terbaru bertema dark fantasy berjudul The Blood of Dawnwalker.
Perkenalan tersebut dilakukan dalam ajang Summer Game Fest 2026 di Jakarta.
>>> Vicky Prasetyo Bantah Dugaan Penipuan Audio Rp213 Juta
Game ini dijadwalkan meluncur pada 3 September 2026 untuk platform PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui layanan Steam.
Dalam presentasi tersebut, tim pengembang menampilkan trailer gameplay yang berlatar dunia kelam abad ke-14 di wilayah Pegunungan Carpathian.
Pemain akan mengendalikan karakter bernama Coen, seorang Dawnwalker yang berwujud manusia di siang hari dan bertransformasi menjadi vampir saat malam tiba.
Coen mengemban misi menyelamatkan keluarganya dari cengkeraman penguasa vampir kejam di wilayah Vale Sangora bernama Brencis.
Setiap pilihan yang diambil oleh pemain di dalam game ini akan memengaruhi jalannya cerita secara mendalam.
>>> KAI Properti Perpanjang Peron Jalur 6-8 Stasiun Bogor untuk KRL 12 Kereta
Klarifikasi Cerita dan Masa Depan Dawnwalker Saga
Selain cuplikan gameplay, Rebel Wolves turut menyertakan teaser CGI yang memperlihatkan Coen berada di era modern abad ke-21.
Tayangan ini mengindikasikan proyeksi masa depan dari lini Dawnwalker Saga.
Tampilan visual masa depan tersebut memicu keingintahuan publik, sehingga pihak manajemen studio segera memberikan klarifikasi mengenai status narasi game tersebut.
Penegasan mengenai sifat permainan yang berdiri sendiri disampaikan langsung oleh pimpinan proyek.
>>> Chery Perkenalkan Robot Humanoid Mornine Berteknologi ChatGPT
"Setiap judul dalam seri ini akan memiliki kisahnya sendiri tanpa cliffhanger naratif atau elemen perjalanan waktu yang membingungkan.
Kami ingin memastikan The Blood of Dawnwalker memberikan pengalaman yang utuh dan definitif," jelas Konrad Tomaszkiewicz, Game Director dan Co-Founder Rebel Wolves.
Pengembangan masa depan Dawnwalker Saga direncanakan bakal membawa pemain melintasi berbagai benua, era, dan kebudayaan yang berbeda di dunia.
Meskipun konflik utama akan selesai di game pertama, pihak studio menyatakan bahwa petunjuk untuk plot besar tetap tersedia bagi pemain yang jeli.
Informasi tambahan dari internal pengembang menyebutkan konflik antara Coen dan Brencis akan berakhir sepenuhnya pada seri perdana ini.
>>> AS dan Iran Teken Gencatan Senjata Permanen di Evian-les-Bains
Game debut yang memanfaatkan teknologi Unreal Engine 5 ini dikerjakan oleh para veteran industri game.