⌂ Beranda News Kesepakatan AS-Iran Buka Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Timur Tengah

Kesepakatan AS-Iran Buka Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Timur Tengah

Kesepakatan AS-Iran Buka Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Timur Tengah
Kapal tanker minyak di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Pasar minyak mentah Timur Tengah mengalami pelemahan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz pada Selasa (16/6/2026).

Menurut laporan Bloombergtechnoz, kurva berjangka untuk minyak acuan seperti Dubai dan Murban berbalik menjadi contango untuk pertama kalinya sejak awal perang.

>>> TikTok Kukuhkan Posisi sebagai Medsos Paling Populer di Indonesia Versi APJII 2026

Pola contango menunjukkan bahwa kekhawatiran akan kekurangan pasokan minyak global mulai berkurang. Kontrak jangka pendek kini diperdagangkan dengan diskon dibandingkan kontrak jangka panjang.

Ekspektasi Pasokan Meningkat

Ekspektasi penambahan volume barel semakin kuat setelah Abu Dhabi National Oil Co. mengeluarkan tender jual untuk minyak mentah dari Teluk Persia dengan jadwal pemuatan Juni atau Juli.

Secara teori, pembukaan kembali Selat Hormuz akan meningkatkan volume barel yang membantu menetapkan patokan Dubai sekaligus menekan harga.

>>> Prabowo Terima Presiden Jerman di Istana Merdeka, Bahas Perdamaian Global

Jutaan barel minyak yang masih disimpan di kapal-kapal di sepanjang Teluk Persia berpotensi menambah kapasitas produksi dari para produsen di wilayah tersebut.

Meski demikian, sejumlah pemilik kapal dan pedagang masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai implementasi praktis kesepakatan tersebut.

Sebelum kesepakatan resmi, volume minyak yang mengalir melalui Selat Hormuz sudah meningkat dengan perkiraan industri mencapai sekitar 4 juta barel per hari.

Data pasar pada Selasa menunjukkan selisih antara kontrak Juli dan Agustus untuk patokan Dubai berada di angka 6 sen per barel dalam kondisi contango.

>>> Kementerian ESDM Pastikan Mandatori Bioetanol E5 Berlaku Bertahap Mulai Juli 2026

Angka itu menjadi yang terlemah sejak akhir Januari lalu.

Sebagai perbandingan, puncak intraday sebelumnya mencapai lebih dari US$13 dalam struktur backwardated pada Maret.

Sementara itu, selisih harga untuk minyak mentah Murban andalan Abu Dhabi tercatat sebesar 21 sen dalam kondisi contango pada Selasa.

>>> Melanie Martinez Berduka Atas Kematian Oliver Tree dalam Kecelakaan Helikopter

Angka itu turun drastis dari puncak intraday yang sempat menembus US$30 dalam kondisi backwardation pada Maret.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru