⌂ Beranda News Top 5 Berita Ekonomi Terpopuler: AS-Iran Damai hingga Efisiensi MBG

Top 5 Berita Ekonomi Terpopuler: AS-Iran Damai hingga Efisiensi MBG

Top 5 Berita Ekonomi Terpopuler: AS-Iran Damai hingga Efisiensi MBG
Ilustrasi berita ekonomi: grafik pasar saham, minyak, dan rupiah
A A Ukuran Teks16px

Media ekonomi investor.

id merangkum lima berita ekonomi utama hari ini, mulai dari kesepakatan damai AS-Iran hingga langkah efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> Haier dan UFO Elektronika Ramaikan Jakarta Fair Kemayoran 2026

AS-Iran Sepakat Akhiri Konflik

Amerika Serikat dan Iran resmi mengakhiri konflik bersenjata setelah mediasi intensif Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Kedua negara berkomitmen menghentikan seluruh operasi militer, termasuk di Lebanon.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

Harga Minyak Anjlok

Pasar Asia merespons positif kesepakatan damai tersebut. Nikkei 225 melonjak 5,4% ke 69.603,91, dan Kospi Seoul naik 4,9%.

>>> Penyiar Senior TVRI Teddy Resmi Sari Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

Harga minyak Brent turun ke US$ 83,64 per barel, sementara minyak acuan AS ke US$ 80,61 per barel, seiring meredanya ketegangan dan rencana pembukaan Selat Hormuz.

Rupiah Menguat Tajam

Nilai tukar rupiah menguat 152 poin (+0,85%) ke Rp 17.708 per dolar AS.

Penguatan ini dipicu oleh meredanya konflik Timur Tengah dan keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,50%.

>>> Kilang Minyak China Pangkas Produksi Akibat Impor Merosot Tajam

Efisiensi Besar-besaran Program MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komisi XI DPR menggelar rapat tertutup membahas pagu indikatif Program MBG tahun anggaran 2027.

Kepemimpinan baru BGN berkomitmen melakukan perombakan kebijakan dan efisiensi dari sisi anggaran maupun penerima manfaat.

Kuota Solar Subsidi 2027 Ditambah

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan peningkatan alokasi solar bersubsidi menjadi 18,80-19 juta kiloliter untuk 2027.

>>> 130 Siswa SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Rayakan Kelulusan dengan Prestasi

Usulan ini disampaikan dalam rapat dengan Komisi XII DPR, lebih tinggi dari kuota APBN 2026 sebesar 18,64 juta KL.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru