⌂ Beranda News Dokter Southampton Tangani Pasien Kehamilan Berisiko Plasenta Akreta

Dokter Southampton Tangani Pasien Kehamilan Berisiko Plasenta Akreta

Dokter Southampton Tangani Pasien Kehamilan Berisiko Plasenta Akreta
Ilustrasi plasenta akreta pada kehamilan
A A Ukuran Teks16px

Seorang ibu bernama Lauren Farrelly harus menjalani persalinan dini di Southampton Hospital, Inggris, setelah didiagnosis mengidap plasenta akreta pada usia kehamilan 31 minggu.

Komplikasi ini membahayakan keselamatan ibu dan bayi, sehingga persalinan dini terpaksa dilakukan.

>>> Haier dan UFO Elektronika Ramaikan Jakarta Fair Kemayoran 2026

Farrelly melahirkan anak keduanya, Nico, melalui operasi besar selama delapan jam. Bayinya lahir selamat meskipun lima minggu lebih awal dari jadwal normal.

Pengalaman ini menjadi traumatis bagi Farrelly yang sebelumnya melahirkan anak pertama tanpa komplikasi. Proses perpindahan perawatan mendadak ke Southampton sangat mengguncang emosinya.

"Suatu hari saya sedang bekerja dan semuanya baik-baik saja, lalu keesokan harinya kami mengemasi barang-barang dan pindah ke Southampton," kata Farrelly.

>>> Penyiar Senior TVRI Teddy Resmi Sari Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

Apa Itu Plasenta Akreta?

Plasenta akreta adalah gangguan kehamilan serius yang kerap tidak memicu gejala awal.

Kondisi ini membuat ari-ari tumbuh terlalu dalam menembus dinding rahim sehingga tidak dapat lepas secara alami setelah melahirkan.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Layan Alrahmani, menjelaskan bahwa plasenta adalah organ berbentuk pipih yang menempel pada dinding rahim dan terhubung ke bayi melalui tali pusar untuk mengantarkan nutrisi.

>>> Kilang Minyak China Pangkas Produksi Akibat Impor Merosot Tajam

Risiko utama dari tertinggalnya plasenta di dalam rahim adalah pendarahan hebat yang mengancam nyawa ibu. Penanganan standar biasanya melibatkan histerektomi caesar atau pengangkatan rahim untuk menghentikan pendarahan.

"Beberapa menit setelah melahirkan, plasenta biasanya akan terlepas. Namun, pada plasenta akreta, plasenta tetap menempel dan menyebabkan pendarahan hebat," sambung Alrahmani.

Pemeriksaan rutin menggunakan USG atau MRI pada trimester ketiga menjadi langkah utama dokter untuk mendeteksi posisi plasenta.

>>> 130 Siswa SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Rayakan Kelulusan dengan Prestasi

Faktor risiko meliputi riwayat operasi sesar, usia di atas 35 tahun, dan kebiasaan merokok.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru