Industri asuransi jiwa konvensional di Indonesia membukukan laba bersih Rp 7,56 triliun hingga April 2026.
Angka ini naik 26,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,99 triliun.
>>> AS dan Iran Siap Gelar Pertemuan Resmi Pekan Ini
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan ini terjadi di tengah tekanan pada beberapa pos keuangan.
Pendapatan hasil investasi justru merosot tajam 57,89% menjadi Rp 3,75 triliun.
Beban klaim dan manfaat yang dibayarkan kepada nasabah juga melonjak 24,67% menjadi Rp 30,69 triliun. Meski demikian, dampak negatifnya berhasil diimbangi oleh penguatan indikator operasional.
>>> Pesawat Supersonik NASA X-59 Berhasil Tembus Kecepatan Suara
Faktor Pendorong Kinerja
Pendapatan premi asuransi jiwa konvensional tumbuh 9% menjadi Rp 56,89 triliun. Cadangan premi menyusut Rp 6,28 triliun atau turun 252,27%, memberikan ruang tambahan bagi laba.
>>> Jalan Kaki Terbukti Turunkan Tekanan Darah Beberapa Jam Setelahnya
Efisiensi biaya akuisisi juga terjaga dengan kenaikan tipis 1,29% menjadi Rp 5,73 triliun. Tingkat solvabilitas (RBC) industri mencapai 476,11%, jauh di atas batas minimum regulator.