⌂ Beranda News Danantara Pastikan Kelola Investasi BUMN Berbeda dari Skandal 1MDB

Danantara Pastikan Kelola Investasi BUMN Berbeda dari Skandal 1MDB

Danantara Pastikan Kelola Investasi BUMN Berbeda dari Skandal 1MDB
Danantara Indonesia kelola investasi BUMN
A A Ukuran Teks16px

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memastikan sistem operasional lembaga tidak akan mengalami kegagalan seperti 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Struktur kelembagaan Danantara dirancang dengan tata kelola yang lebih baik dan berbeda.

>>> Abadi Lestari Indonesia Raup Laba Bersih Rp40,98 Miliar, Semua Laba Ditahan

Pemisahan tegas antara pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan aktivitas investasi telah diterapkan sejak awal pembentukan. Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko kerugian.

Konsolidasi aset BUMN yang disertai fungsi investasi dalam satu entitas sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Namun, mekanisme tata kelola Danantara didesain khusus untuk memisahkan kedua fungsi tersebut.

"Dari awal mendesain Danantara, (kita) itu sudah berpikir harus terjadi pemilahan risiko antara pengelolaan BUMN dengan investasi.

Karena yang namanya investasi itu bisa gagal, bisa menghasilkan," kata Dony dikutip dari keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jumat (12/6/2026).

Risiko kegagalan investasi berpotensi berdampak langsung pada kinerja perusahaan pelat merah jika pemisahan skema tidak dilakukan. BUMN merupakan tulang punggung utama bagi perekonomian nasional.

Dua Pilar Utama Danantara

Lembaga ini beroperasi dengan dua pilar utama. Pertama, Danantara Asset Management sebagai pengelola portofolio BUMN.

Kedua, Danantara Investment Management sebagai lengan investasi pada proyek produktif.

>>> FBI Selidiki Klaim Peretasan Sistem Kemudi Pesawat oleh Pakar Siber

Pendanaan untuk sektor investasi tidak akan mengambil aset pokok perusahaan negara. Sumber dana yang digunakan murni berasal dari dividen yang dihasilkan di bawah kelolaan Danantara Asset Management.

"Yang diinvestasikan adalah dividen.

Jadi, dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management diinvestasikan untuk hal yang produktif, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kita," ujar Dony.

Kualitas pengelolaan BUMN menjadi faktor penentu keberhasilan institusi ini. Kinerja perusahaan negara yang semakin sehat akan memperbesar perolehan dividen untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Perusahaan pelat merah tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Kontribusi tahunan BUMN terhadap kas negara dilaporkan berada di angka Rp 600 triliun hingga Rp 700 triliun.

Narasi yang menyebutkan bahwa BUMN mengalami kerugian secara menyeluruh dinilai tidak sesuai dengan fakta lapangan. Berdasarkan data konsolidasi, perusahaan milik negara justru mencatatkan laba bersih yang besar.

"BUMN itu untung. Tahun 2025 itu (untung) Rp 335 triliun.

>>> BYD Indonesia Resmi Rilis Harga MPV Hybrid M6 DM, Mulai Rp298 Juta

Jadi itu bohong kalau billing BUMN itu secara konsolidasi rugi. Itu bohong.

Yang rugi itu hanya Rp 20 triliun," jelas Dony.

Perolehan keuntungan tersebut masih dapat ditingkatkan melalui program efisiensi dan penyehatan struktur perusahaan. Selain laba, kontribusi masif BUMN didapatkan melalui instrumen perpajakan serta setoran wajib lainnya.

"Kontribusi BUMN itu terhadap pendapatan negara, di luar dari laba plus pajak, itu kurang lebih hampir sekitar Rp 600-700 triliun setiap tahun.

Jadi BUMN kita itu besar," papar Dony.

Peningkatan kontribusi ke depan akan didorong melalui sejumlah langkah strategis. Manajemen fokus melakukan konsolidasi internal, penyederhanaan jumlah anak usaha, serta penyusunan peta jalan baru.

"Kita mengurangi dulu jumlah perusahaan kita. Kita melakukan konsolidasi dalam perusahaan kita.

>>> Kenali Tanda Orang Toksik dalam Hubungan Sosial Sehari-hari

Kita membangun roadmap yang baru. Kita membangun competitive advantage daripada perusahaan kita," jelas Dony.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru