⌂ Beranda News FBI Selidiki Klaim Peretasan Sistem Kemudi Pesawat oleh Pakar Siber
News

FBI Selidiki Klaim Peretasan Sistem Kemudi Pesawat oleh Pakar Siber

Ilustrasi penyelidikan FBI terkait peretasan sistem kemudi pesawat
Ilustrasi penyelidikan FBI terkait peretasan sistem kemudi pesawat
A A Ukuran Teks16px

Seorang peneliti keamanan siber asal Amerika Serikat, Chris Roberts, diselidiki FBI setelah mengklaim berhasil mengubah arah terbang pesawat komersial menggunakan laptop dari kursi penumpang.

Insiden ini terjadi pada Jumat (12/6/2026), sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

Roberts diduga mengakses sistem internal pesawat melalui komputer kecil penyedia layanan hiburan yang berada di bawah kursi kabin.

Dokumen penyelidikan otoritas keamanan AS mengungkapkan bahwa Roberts mampu mengendalikan salah satu mesin jet hingga jalur penerbangan bergeser secara lateral.

Agen Khusus FBI Mark Hurley menjelaskan manipulasi sistem thrust management computer tersebut dalam berkas pemeriksaan resmi negara.

"Dia menyebabkan salah satu mesin pesawat melakukan climb yang menghasilkan pergerakan lateral atau menyamping dari pesawat," tulis Hurley dalam affidavit penyelidikan.

Penyidik kemudian menyita seluruh perangkat elektronik milik Roberts setelah mendapati kotak elektronik di bawah kursi yang ditempatinya dalam kondisi rusak dan terbuka.

Kendati demikian, pihak maskapai dan produsen pesawat menegaskan tidak ada bukti kuat yang menunjukkan sistem kendali krusial dapat ditembus lewat jaringan hiburan.

Roberts memberikan klarifikasi resmi mengenai isi dokumen penahanan dirinya yang dinilai tidak merangkum keseluruhan konteks pembicaraan aslinya.

"Affidavit itu secara keliru merangkum lima tahun pembahasan hanya menjadi satu paragraf," kata Roberts menanggapi dokumen FBI yang dipublikasikan ke publik.

Otoritas penerbangan sipil memastikan sampai saat ini belum ditemukan bukti publik mengenai keberhasilan penumpang mengambil alih kendali pesawat yang sedang terbang.

📰 Update Terbaru