Proses penyehatan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih memerlukan waktu yang tidak sebentar.
Hal ini karena Danantara Indonesia menginginkan maskapai pelat merah itu kembali beroperasi dengan transformasi menyeluruh.
Langkah Danantara
Terhitung sudah satu semester sejak Danantara mengambil alih restrukturisasi Garuda Indonesia Group pada kuartal akhir 2025.
Dalam periode tersebut, Danantara menyertakan modal jumbo senilai Rp23,6 triliun.
Selain itu, Danantara juga mengorkestrasi inbreng aset berupa tanah seluas 972.123 meter persegi milik PT Angkasa Pura Indonesia (API).
Nilai aset tersebut mencapai Rp5,6 triliun dan diberikan kepada entitas anak Garuda, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).
Inbreng ini sekaligus menempatkan Angkasa Pura sebagai salah satu pemegang saham GMFI dengan persentase terbesar.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi keuangan dan operasional Garuda Indonesia ke depan.
