Pasar Padurenan Baru di Kota Bekasi mengalami kemunduran drastis. Pusat niaga yang dulu ramai kini sepi pengunjung dan pedagang.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, pasar yang terletak di Jalan Raya Bantar Gebang-Setu ini berada tepat di samping SD Padurenan I.
>>> Strava Rilis Fitur Baru Khusus Pendaki untuk Navigasi Lebih Baik
Lokasinya berbatasan langsung dengan permukiman warga.
Suasana sepi langsung terlihat dari area depan pasar. Mobilitas warga sangat minim, dan kios yang masih bertahan didominasi pedagang makanan dengan pembeli sedikit.
Di area dalam, beberapa pedagang sayur masih menjajakan kebutuhan pokok. Namun, jumlah mereka bisa dihitung jari di tengah deretan kios yang sudah lama tutup.
>>> IHSG Pekan Ini Diprediksi Fluktuatif, Uji Level MA20
Sebagian kios di bangunan depan tertutup rapat oleh rolling door hijau tua. Lorong-lorong antarkios tampak kumuh dan minim pencahayaan karena hampir seluruh lapak tidak beroperasi.
Kondisi bangunan di sisi samping jauh lebih buruk. Area tersebut kini tidak lagi menyerupai pasar, melainkan kompleks pertokoan mati yang dipenuhi sampah.
>>> Zoom Luncurkan AI Productivity Suite untuk Percepat Eksekusi Kerja
Struktur atap bangunan hampir hilang. Banyak kios yang roboh atau mengalami kerusakan sebagian, hanya menyisakan tembok dan rangka tanpa pintu.
Tumpukan Sampah dan Bau Menyengat
Sampah rumah tangga yang dibungkus plastik berserakan dan menumpuk di sekitar bangunan rusak. Tumpukan ini menimbulkan bau busuk menyengat yang terbawa angin hingga ke area luar pasar.
Warga sekitar kini lebih memilih berbelanja di warung-warung terdekat. Akses pintu belakang yang menghubungkan pasar dengan permukiman juga sepi dari lalu lalang.
>>> Penyebab Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Akibat Perlakuan Salah
Pada tembok pembatas bagian belakang, ditemukan banyak lubang berukuran sedang hingga besar. Lubang tersebut diduga menjadi jalur warga membuang sampah rumah tangga hingga menumpuk tinggi.