⌂ Beranda News Kementan Larang Penggunaan Paracetamol untuk Menyuburkan Tanaman Cabai

Kementan Larang Penggunaan Paracetamol untuk Menyuburkan Tanaman Cabai

Kementan Larang Penggunaan Paracetamol untuk Menyuburkan Tanaman Cabai
Petani menyiram tanaman cabai
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pertanian (Kementan) menanggapi video viral di media sosial yang menunjukkan seorang petani menggunakan obat manusia untuk menyuburkan tanaman cabai.

Praktik itu diklaim dilakukan akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

>>> Promotor Terapkan Sistem Seated untuk Konser Tambahan BTS Jakarta

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menegaskan bahwa penggunaan paracetamol dan vitamin B kompleks tidak direkomendasikan.

Menurutnya, praktik tersebut kemungkinan hanya berdasarkan pengalaman empiris pribadi atau informasi dari media sosial tanpa landasan teknis yang jelas.

"Hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang memadai yang menunjukkan bahwa paracetamol dapat meningkatkan produktivitas cabai secara konsisten, aman, dan ekonomis di tingkat lapangan," ujar Agung, Jumat (19/6/2026).

Pemerintah mendorong petani menggunakan pupuk, pestisida, dan zat pengatur tumbuh yang telah terdaftar resmi.

Produk yang memiliki dasar ilmiah dan izin edar penting untuk menjaga standar budidaya pertanian.

>>> OJK Respons MSCI Soal Penurunan Nilai Aksesibilitas Pasar Modal Indonesia

Mengenai alasan pelemahan rupiah, Kementan tidak menampik pengaruh fluktuasi mata uang terhadap harga bahan baku pupuk dan pestisida.

Namun, langkah antisipasi terus berjalan untuk menjaga keterjangkauan sarana produksi.

"Fluktuasi nilai tukar memang dapat mempengaruhi harga sebagian bahan baku, tetapi pemerintah berupaya menjaga pasokan melalui koordinasi dengan produsen, distributor, dan pemerintah daerah," jelas Agung.

Empat Langkah Strategis Kementan

Kementan menerapkan empat langkah strategis untuk menjaga ketersediaan sarana produksi.

Pertama, memastikan distribusi pupuk bersubsidi dan komersial berjalan sesuai kebutuhan.

>>> Kemenag Rilis Jadwal Salat Kota Bandung Jumat 19 Juni 2026

Kedua, mendorong efisiensi melalui penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati untuk mengurangi ketergantungan pada input impor.

Ketiga, mendorong penggunaan pestisida dan pupuk yang terdaftar sesuai rekomendasi teknis agar lebih efektif.

Keempat, pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian agar petani mengadopsi teknologi berbasis hasil penelitian resmi.

Sebelumnya, video viral memperlihatkan seorang petani menggunakan satu kotak paracetamol dan sekantong plastik vitamin B kompleks untuk kebun cabainya.

Petani itu mengklaim metode tersebut berhasil membuat tanamannya tumbuh subur di tengah tekanan ekonomi.

>>> Timnas AS Siap Hadapi Australia di Laga Kedua Grup D Piala Dunia 2026

"Cabai ya di(pakai) paracetamol, ada vitamin B complex, tapi ya jadinya joss," ujarnya sambil memperlihatkan kebun cabai yang hijau.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru