Volkswagen (VW) meyakini masa depan industri otomotif akan semakin didominasi oleh kendaraan listrik.
Pandangan ini disampaikan oleh anggota dewan Volkswagen, Martin Sander, yang membidangi penjualan, pemasaran, dan layanan purnajual.
>>> Apple Luncurkan iOS 27 dengan Performa Lebih Cepat dan AI Baru
Sander membandingkan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) dengan kuda di masa kini. Menurutnya, ICE pada akhirnya bisa menjadi moda transportasi yang bukan pilihan utama masyarakat.
Fokus pada Infrastruktur, Bukan Larangan
Sander menilai diskusi mengenai larangan penjualan kendaraan ICE justkurang efektif. Ia mencontohkan rencana larangan di Inggris pada 2030 yang dinilai tidak mendorong adopsi kendaraan listrik.
“Semua orang hanya membicarakan larangan tersebut.
>>> Kementerian UMKM Siapkan Sanksi Tegas Bagi Marketplace Bandel
Bagaimana Anda bisa meyakinkan konsumen tentang teknologi baru jika yang dibahas hanya kapan mereka tidak lagi diperbolehkan menggunakan kendaraan yang telah mereka gunakan selama puluhan tahun?”
ujar Sander dikutip dari Carscoops.
>>> Google Luncurkan Fitur Try On AI di Indonesia, Belanja Pakaian Makin Mudah
Ia menekankan pendekatan yang lebih positif diperlukan. Hal itu termasuk menghilangkan hambatan kepemilikan kendaraan listrik, terutama infrastruktur pengisian daya.
“Mari kita berbicara mengenai apa yang perlu dilakukan untuk benar-benar meyakinkan konsumen, yaitu infrastruktur pengisian daya, membahas secara positif keunggulan kendaraan listrik, dan mungkin melakukan sesuatu terkait harga energi,” katanya.
Sander memperkirakan jika tantangan tersebut teratasi, jumlah konsumen yang masih menginginkan ICE pada 2035 bisa menyusut drastis.
>>> Pemerintah Siapkan Tambahan Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan
Ia memperkirakan pangsa konsumen ICE hanya sekitar tiga hingga lima persen pada 2035.