Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan porsi pasar ekspor industri manufaktur naik dari 20% menjadi 30%.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu memperkuat daya saing produk dalam negeri di pasar global.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan target itu bersifat aspiratif.
Menurutnya, secara kapasitas, manufaktur Indonesia memiliki basis yang cukup kuat.
Pada Kuartal I-2026, sektor manufaktur tumbuh 5,04% dan menjadi kontributor terbesar terhadap PDB, yakni sekitar 19,07%.