PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kebijakan ini mulai berlaku pada 10 Juni 2026.
Kenaikan harga menyasar produk Pertamax dan Pertamax Green 95. Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak berubah.
>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Menguat
Pertamax dengan RON 92 kini dijual Rp16.250 per liter. Angka ini naik Rp3.950 per liter dari harga sebelumnya.
Pertamax Green 95 (RON 95) naik Rp4.100 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Adapun Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter.
Untuk lini diesel nonsubsidi, Dexlite (CN 51) masih Rp23.000 per liter. Pertamina Dex (CN 53) juga stabil di Rp24.800 per liter.
>>> 129 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki Islami dari Al-Qur'an Penuh Makna
Harga Pertalite bertahan Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Keduanya tidak terpengaruh penyesuaian ini.
Variasi Harga di Daerah
Meski harga acuan nasional Pertamax Rp16.250 per liter, harga riil bervariasi antarwilayah. Perbedaan dipicu jalur distribusi, geografis, dan pajak daerah.
>>> Antam Gelar RUPST, BRIDS Proyeksikan Dividen Rp299,98 per Saham
Harga tertinggi Pertamax mencapai Rp17.000 per liter. Wilayah dengan tarif ini meliputi Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Sebaliknya, harga terendah di FTZ Sabang (Aceh) Rp15.250 per liter. Disusul FTZ Batam Rp15.500 per liter.
Di Jawa dan Bali, harga seragam Rp16.250 per liter. Wilayahnya meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
>>> WhatsApp Hentikan Dukungan untuk iOS 15.4 ke Bawah per November 2026
Selisih harga tertinggi dan terendah mencapai Rp1.750 per liter. Kondisi geografis dan insentif fiskal di kawasan FTZ menjadi penyebab utama.
