⌂ Beranda News BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Menguat

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Menguat

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Menguat
Grafik saham perbankan Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global, Selasa (9/6/2026).

>>> WhatsApp Hentikan Dukungan untuk iOS 15.4 ke Bawah per November 2026

Keputusan tersebut merupakan respons atas volatilitas pasar keuangan global. Tujuannya untuk memperkuat nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi domestik tetap terkendali dalam sasaran pemerintah.

Dukungan dari Perbankan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan bank sentral.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan kebijakan ini sangat krusial dalam memitigasi dampak dinamika pasar global yang bergejolak.

"Perseroan menilai hal tersebut sebagai bagian dari kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional, khususnya stabilitas nilai tukar rupiah," kata Dhanny dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi industri perbankan nasional saat ini tetap kokoh. Hal ini didorong oleh pemenuhan modal yang memadai, likuiditas aman, serta resiliensi kualitas aset.

>>> Ekonom Prediksi BOJ Naikkan Suku Bunga Dua Kali Tahun Ini

"Perseroan juga akan terus memastikan kecukupan permodalan, menjaga likuiditas, serta mengoptimalkan struktur liabilitas bank untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Dhanny.

Pemicu Kenaikan BI Rate

Lonjakan BI Rate ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak di luar kalkulasi awal tim ahli bank sentral.

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan bahwa indikator pelemahan yang melampaui prediksi menjadi dasar utama dilakukannya tindakan korektif secara cepat.

"Tentu saja waktu membuat keputusan itu kan ada proyeksi-proyeksi. Nah, setiap minggu, setiap hari Selasa, itu Bank Indonesia melakukan evaluasi pelaksanaannya gimana.

Apakah proyeksi ini sejalan atau enggak.

>>> Harga Minyak Dunia Menguat Tipis ke Level US$94 per Barel

Dalam berbagai evaluasi hari ini kita melihat lho kok pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan dulu," kata Perry ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (9/6/2026).

Evaluasi berkala ini merupakan bagian dari mekanisme kerja bank sentral yang melengkapi hasil Rapat Dewan Gubernur bulanan sebelumnya.

Perry menegaskan bahwa sesuai Undang-undang dan praktik, BI memang mengambil keputusan setiap RDG bulanan, seperti pada rapat 19-20 Mei 2026 saat BI menaikkan suku bunga 50 bps.

Secara hukum, tata cara pengambilan keputusan RDG mengacu pada Pasal 43 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang terakhir diubah lewat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang PPSK.

Dampak ke Pasar

Pasca-pengumuman kenaikan suku bunga, rupiah langsung menguat 0,65 persen ke posisi Rp18.065 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa.

>>> BPJS Kesehatan Catat Rasio Klaim JKN Capai 108,72 Persen per April 2026

Sentimen positif ini juga diperkuat oleh menyusutnya indeks dolar AS sebesar 0,11 persen ke level 99,93, bersamaan dengan merosotnya harga minyak dunia ke angka 92,98 dolar AS per barel.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru