Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan fenomena sirkulasi siklonik yang memicu potensi hujan lebat dan angin kencang di puluhan provinsi Indonesia.
Fenomena ini terjadi pada Selasa (9/6/2026) dan Rabu (10/6/2026).
>>> Defisit Perdagangan AS Menyusut ke US$55,9 Miliar Berkat Lonjakan Ekspor Minyak
Penumpukan awan hujan meningkat akibat sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik timur Filipina dan Selat Makassar.
Kondisi ini membentuk daerah konvergensi serta konfluensi yang memanjang di sekitar sistem tersebut.
Perlambatan angin juga terpantau di Laut Andaman, Samudera Hindia barat Sumatera Barat, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
>>> PT Global Loyalty Indonesia Bantah Giorgio Antonio Chandra sebagai CEO
Status Siaga dan Waspada
Dampak dinamika atmosfer ini membagi status kedaruratan wilayah menjadi kategori siaga dan waspada akibat ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir.
Status siaga ditetapkan untuk Kalimantan Barat yang menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat, berisiko menimbulkan longsor.
Sementara itu, 21 wilayah lain masuk dalam status waspada hujan sedang hingga lebat.
Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bengkulu.
>>> SPIEF 2026 Hasilkan Puluhan Kerja Sama Bisnis Global Baru
Juga mencakup Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, serta Papua.
Untuk prakiraan cuaca pada 10 Juni 2026, BMKG memproyeksikan perluasan wilayah terdampak hujan sedang hingga lebat ke Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Papua Pegunungan.
Pada hari yang sama, intensitas hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terkonsentrasi di Maluku.
>>> Timnas Indonesia U-19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF 2026
Wilayah Maluku juga berpotensi dilanda angin kencang bersama Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tenggara.