Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tingkat kabupaten dan kota pada Senin, 8 Juni 2026.
Kompetisi sains tertinggi di Indonesia ini mengawali tahap seleksi dari jenjang sekolah dasar (SD).
>>> Gempa M 7,7 di Filipina Tewaskan Tiga Orang, Picu Tsunami Minor di Indonesia
Seleksi Bertahap dari Daerah ke Nasional
Rangkaian seleksi berlangsung secara bertahap, mulai dari tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K), Provinsi (OSN-P), hingga final Nasional (OSN).
Untuk jenjang SD dan SMP, OSN-K menggunakan metode daring dan semi daring berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Tingkat provinsi untuk SD akan dilaksanakan pada 6 Juli 2026, sedangkan SMP pada 9 Juli 2026.
Babak final nasional pendidikan dasar dijadwalkan pada 25 hingga 31 Agustus 2026 dengan kuota 115 murid per cabang.
>>> Idgitaf Klarifikasi Arti Nama Panggung yang Sering Disalahartikan
Untuk jenjang SMA, seleksi kabupaten diadakan pada 18-19 Juni 2026, dilanjutkan tingkat provinsi melalui LMS Moodle pada 27-29 Juli 2026.
Semifinal nasional SMA akan menyaring peserta hingga 100 murid per bidang pada 12 Agustus 2026.
Puncak final OSN SMA digelar secara luring pada 14-20 September 2026, menguji 60 murid terbaik di setiap bidang studi.
>>> Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami dan Kerusakan Bangunan di Sulawesi Utara
Pembaruan Sistem dan Bidang Lomba
Tahun ini, kompetisi menerapkan pembaruan sistem dan pengetatan pengawasan berbasis teknologi untuk menjaga transparansi.
Integrasi kecerdasan buatan diperkenalkan melalui kategori Eksibisi AI pada jenjang SMA.
Bidang studi yang dilombakan untuk SD dan SMP meliputi Matematika, IPA, dan IPS.
Sementara tingkat SMA melombakan 10 bidang, termasuk Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi.
>>> 9 Rekomendasi Rak Panci Terbaik untuk Dapur Rapi dan Estetik
Sesjen Kemendikdasmen, Suharti, menyatakan OSN menjadi ajang bergengsi untuk menghargai dan memupuk potensi sains generasi muda.