Pola asuh lama sering dianggap wajar pada zamannya. Namun, kini banyak orang tua mulai sadar pentingnya kesehatan mental dan komunikasi yang sehat.
Beberapa kalimat yang dulu umum diucapkan ternyata bisa melukai perasaan anak. Berikut 11 kalimat toxic orang tua zaman dulu yang perlu dihindari.
>>> BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pascagempa Filipina Magnitudo 7,7
Kalimat yang Membuat Anak Merasa Bersalah
"Kamu benar, Bunda memang orang tua yang buruk" — Ungkapan ini menekan anak dan membuatnya merasa bersalah. Anak jadi takut jujur tentang perasaannya.
"Kalau kamu sayang Bunda, kamu akan melakukan ini" — Kalimat ini memberi syarat pada cinta. Anak menjadi cemas dan sulit mengenali kebutuhannya sendiri.
"Ini semua salah kamu" — Membuat anak merasa bersalah berlebihan. Mereka tumbuh dengan rasa cemas dan takut melakukan kesalahan.
Kalimat yang Meremehkan Emosi Anak
"Jangan terlalu dramatis" — Ucapan ini meremehkan emosi anak. Akibatnya, hubungan orang tua dan anak bisa renggang hingga dewasa.
>>> Bahlil Tugaskan Lemigas Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia
"Lupakan saja, hidup terus berjalan" — Mengabaikan emosi berat anak secara paksa. Anak terbiasa menahan perasaan tanpa benar-benar memahaminya.
"Bunda akan memberi kamu alasan untuk menangis" — Terdengar seperti ancaman. Alih-alih menenangkan, kalimat ini justru menakutkan anak.
Kalimat yang Membandingkan atau Mengontrol
"Kamu lebih beruntung dibandingkan Bunda waktu kecil" — Membandingkan pengalaman yang berbeda. Anak zaman sekarang menghadapi tekanan media sosial yang besar.
"Karena Bunda bilang begitu" — Orang tua ingin cepat mengendalikan situasi. Anak tidak diberi kesempatan memahami alasan di balik aturan.
"Jangan pulang sebelum lampu jalan menyala!" — Terlalu protektif.
>>> Investor Asing Lepas Saham BBCA Rp2,32 Triliun dalam Sepekan
Anak kurang leluasa mencoba hal baru karena terlalu sering di rumah.
"Kamu bisa menjadi apa pun yang kamu inginkan" — Meski memotivasi, anak perlu bimbingan realistis sesuai kemampuan dan kondisi.
"Tunggu sampai ayahmu pulang!" — Ancaman ini memicu perilaku agresif pada anak.
Mereka sulit mengatur emosi dan merasa takut di rumah sendiri.
>>> BMKG Imbau Warga Pesisir Kalimantan Utara Tetap Tenang Pascagempa
Itulah beberapa kalimat toxic orang tua zaman dulu yang diam-diam memengaruhi kesehatan mental anak. Semoga bermanfaat.