⌂ Beranda News BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pascagempa Filipina Magnitudo 7,7

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pascagempa Filipina Magnitudo 7,7

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pascagempa Filipina Magnitudo 7,7
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa Filipina
A A Ukuran Teks16px

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami di wilayah Indonesia pada Senin (8/6/2026).

Keputusan ini diambil setelah hasil observasi menunjukkan tidak adanya kenaikan permukaan air laut yang membahayakan.

>>> Investor Asing Lepas Saham BBCA Rp2,32 Triliun dalam Sepekan

"Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 10.15.51 WIB," kata Kepala BMKG Teuku Faisal dalam konferensi pers.

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 berpusat di Filipina terjadi pada pukul 06.37.42 WIB.

BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami tahap pertama pada pukul 06.40.44 WIB dengan parameter kekuatan magnitudo 7,7.

Peringatan dini kedua dirilis pada pukul 06.52.26 WIB dengan parameter yang sama. Alat pengukur pasang surut air laut kemudian mendeteksi kedatangan gelombang di beberapa titik pemantauan.

Peringatan dini ketiga atau status 3.1 dikeluarkan pada pukul 08.13.41 WIB.

>>> BMKG Imbau Warga Pesisir Kalimantan Utara Tetap Tenang Pascagempa

Tide gauge mencatat tinggi gelombang 0,09 meter di Loloda, 0,18 meter di Ulu Siau, dan 0,32 meter di Melonguane.

Pemutakhiran peringatan dini ketiga pada pukul 08.34.52 WIB mencatat tinggi tsunami 0,30 meter di Tahuna, 0,45 meter di Paleleh, 0,32 meter di Tanjung Sidupa, 0,29 meter di Bitung, 0,14 meter di Ternate, serta titik tertinggi 0,75 meter di Talengen.

BMKG juga merinci dampak guncangan di berbagai wilayah Indonesia.

Melonguane mengalami guncangan terkuat pada skala VI MMI, menyebabkan plester dinding rontok dan kerusakan cerobong asap pabrik akibat kepanikan warga.

>>> Cek Penerima PKH dan BPNT Juni 2026 Online via NIK KTP

Guncangan skala V MMI dirasakan di Siau dan Tagulandang. Wilayah Morotai, Halmahera Utara, hingga Manado mengalami getaran IV MMI.

Toli-Toli, Ternate, Gorontalo, Halmahera, Parigi Moutong, Palu, Minahasa, hingga Bolaang Mongondow Timur mencatat intensitas III hingga IV MMI.

"Hingga pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 3,9-6,7, dengan gempa yang dirasakan 2 gempa," tutur Faisal.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir tetap tenang namun waspada. Program mitigasi mandiri dan penyiapan struktur bangunan yang aman menjadi fokus imbauan pascabencana.

"Kami mengajak masyarakat menerapkan struktur tahan gempa.

>>> Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP dan Status Penerima Bantuan

Masyarakat dapat berdiskusi dan konsultasi dengan para ahli, perguruan tinggi setempat, dan kantor BMKG yang tersebar di 191 lokasi di Indonesia," tutup Faisal.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru