Satuan Tugas Pangan Polri bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyelidiki dugaan praktik kartel dalam pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.
Penyelidikan dilakukan pada Senin, 8 Juni 2026.
>>> IHSG Anjlok ke Level 5.434 Akhir Sesi I Senin
Pemerintah menemukan anomali penurunan harga TBS di tengah lonjakan harga minyak sawit mentah (CPO) global. Praktik manipulasi seperti under-invoicing dan under-pricing menjadi fokus penelusuran.
Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak menyatakan adanya indikasi kartel.
"Kami menduga ada indikasi kartel atau persekongkolan jahat yang dilakukan secara diam-diam untuk menyepakati harga TBS yang turun, padahal harga CPO dunia tidak turun bahkan sedang naik," ujarnya.
>>> Aturan Ekspor Baru Indonesia Dorong Harga Batu Bara Asia ke Level Tertinggi
Polri akan berkoordinasi intensif dengan KPPU untuk membongkar jaringan ini. "Kami akan menggandeng KPPU untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan kartel yang terjadi.
Baik di tingkat pusat maupun di daerah," tambah Ade Safri.
Penegakan hukum ketat dijanjikan bagi pihak yang terbukti melanggar. "Kami tidak akan segan melakukan perlindungan hukum secara tegas sesuai koridor hukum yang berlaku," tegasnya.
Ratusan Perusahaan Belum Sesuaikan Harga
Kementerian Pertanian mengidentifikasi ratusan perusahaan kelapa sawit yang belum menyesuaikan harga pembelian dari petani. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut ada 270-300 perusahaan yang belum menaikkan harga.
>>> Harga Emas Perhiasan Anjlok Serentak di Tiga Penyedia pada 8 Juni 2026
"Dan kami akan kirim langsung ke Polda, tebusan ke Pak Kapolri, Pak Kapolda, dan kepada Dirtimsus untuk ditindaklanjuti.
Kita harus jaga petani kita," kata Amran.
Penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang mencapai selisih kurs sekitar 10% seharusnya menaikkan harga TBS petani.
>>> Bursa Saham Korea Selatan Anjlok 6%, Dipicu Sektor Teknologi dan Kekhawatiran The Fed
Pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut menjadi langkah perlindungan bagi sekitar 15 juta petani sawit di Indonesia.