⌂ Beranda News Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit PT Salim Ivomas Pratama

Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit PT Salim Ivomas Pratama

Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit PT Salim Ivomas Pratama
Kejaksaan Agung selidiki dugaan manipulasi ekspor sawit PT Salim Ivomas Pratama
A A Ukuran Teks16px

Kejaksaan Agung Republik Indonesia tengah menyelidiki dugaan manipulasi nilai transaksi ekspor minyak sawit oleh PT Salim Ivomas Pratama, anak usaha Salim Group.

Penyelidikan ini berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026.

>>> Yayasan ars86care Luncurkan Program SAPA RUANG untuk Anak Indonesia

Penyidik memeriksa sejumlah bankir dari PT Malayan Banking Bhd. (Maybank) Indonesia sebagai saksi.

Pemeriksaan ini terkait aliran dana komoditas sawit yang diduga tidak dilaporkan secara wajar.

Pendalaman Kasus untuk Cari Potensi Kerugian Negara

Pendalaman kasus dilakukan guna meneliti potensi kerugian negara akibat pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari harga pasar.

Langkah ini diambil untuk mengungkap upaya penyembunyian keuntungan serta pengurangan kewajiban pajak oleh perusahaan.

>>> SIMAKDIALOG Kritik Festival Jazz yang Kehilangan Identitas

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, membenarkan adanya proses hukum yang berjalan. Namun, ia belum merinci seluruh detail teknis perkara ini.

"Ada tetapi tidak spesifik itu, yang jelas ada pendalaman dalam pemeriksaan terkait itu. Cuma pastinya apa bank banknya kita tidak tahu, ada beberapa perusahaan.

Ya nanti dilihat saja, masih dalam proses penyelidikan," ujar Anang.

Penyelidik saat ini fokus mengumpulkan informasi mengenai fasilitas kredit bergulir senilai Rp150 miliar yang dikucurkan Maybank Indonesia kepada PT Salim Ivomas Pratama.

Otoritas memeriksa apakah fasilitas modal kerja tersebut disalahgunakan untuk mendanai skema ekspor yang bermasalah.

>>> LPS Soroti Dampak FOMO dan YOLO Terhadap Finansial Generasi Muda

Hingga saat ini, baik PT Salim Ivomas Pratama maupun pihak bank belum mendapatkan status dakwaan resmi.

Direktur Utama Maybank, Khairussaleh Ramli, menyampaikan pandangan strategis mengenai posisi bisnis korporasi di tengah proses hukum.

"Ia memperkirakan Indonesia akan menjadi kontributor besar bagi bisnis perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.

Menurutnya, bank saat ini berfokus pada bagaimana melayani nasabah di Indonesia dengan lebih baik, sembari memahami berbagai tantangan yang sedang dihadapi di negara tersebut," ujar Khairussaleh.

>>> Pemerintah AS Hentikan Akses Model AI Fable 5 dan Mythos 5

Kejaksaan Agung sebelumnya menegaskan sedang mengusut sepuluh produsen besar kelapa sawit di Indonesia atas dugaan serupa terkait manipulasi harga ekspor minyak sawit mentah (CPO).

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru