⌂ Beranda News Rupiah Melemah Signifikan ke Rp 18.179 per Dolar AS pada Awal Pekan

Rupiah Melemah Signifikan ke Rp 18.179 per Dolar AS pada Awal Pekan

Rupiah Melemah Signifikan ke Rp 18.179 per Dolar AS pada Awal Pekan
Grafik pelemahan rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah di pasar spot exchange mengalami pelemahan signifikan pada awal pekan ini.

Pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 11.25 WIB, rupiah melemah 143 poin atau 0,79 persen ke level Rp 18.179 per dolar AS.

>>> Pemerintah Integrasikan Telur Peternak Jawa Timur ke Program Makan Bergizi Gratis

Pelemahan ini merupakan lanjutan dari tekanan yang terjadi sejak pembukaan perdagangan.

Sebelumnya, rupiah sudah melemah 79,50 poin atau 0,44 persen ke posisi Rp 18.115 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau stabil pada level 100.009. Kondisi ini menunjukkan tekanan eksternal masih kuat terhadap mata uang garuda.

>>> NVIDIA dan Microsoft Luncurkan Superchip AI RTX Spark dengan Performa 1 Petaflop

Faktor Eksternal dan Internal Tekan Rupiah

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah berpotensi jatuh lebih dalam. Ia memperkirakan rupiah bisa mencapai level Rp 19.000 per dolar AS di akhir bulan ini.

"Melihat kondisi saat ini, ada kemungkinan rupiah mencapai level Rp 19.000 per dolar AS di akhir bulan ini," kata Ibrahim Assuaibi pada Senin (8/6/2026).

Tekanan dari luar negeri menjadi pemicu utama pelemahan.

Eskalasi konflik di Timur Tengah dan kebijakan moneter bank sentral AS yang diperkirakan tetap ketat menjadi faktor dominan.

>>> Igor Sechin Peringatkan Gelembung Finansial Akibat AI

"Masalah geopolitik, kemudian kebijakan bank sentral Amerika Serikat membuat dolar AS menguat, kemudian harga minyak juga naik," papar Ibrahim.

Data ketenagakerjaan AS yang positif juga memperkuat indikasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi. Bahkan, ada kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pada kuartal keempat tahun 2026.

Dari sisi internal, kenaikan harga minyak mentah yang signifikan turut menekan rupiah. Kebutuhan dolar AS yang meningkat berdampak pada neraca berjalan Indonesia.

>>> Chery Siapkan J6T EREV untuk Pasar Indonesia, Terlihat Uji Jalan

"Kalau kebutuhan dolar mengalami peningkatan, maka akan mempengaruhi neraca berjalan," jelas Ibrahim.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru