⌂ Beranda News Pemerintah Integrasikan Telur Peternak Jawa Timur ke Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Integrasikan Telur Peternak Jawa Timur ke Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Integrasikan Telur Peternak Jawa Timur ke Program Makan Bergizi Gratis
Telur ayam dari peternak Jawa Timur untuk program Makan Bergizi Gratis
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah mengambil langkah konkret mengatasi penurunan harga telur ayam ras di tingkat peternak, khususnya di Jawa Timur.

Intervensi dilakukan dengan mengintegrasikan pasokan telur peternak rakyat langsung ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> NVIDIA Resmi Luncurkan Prosesor Vera untuk Percepatan Agen AI

Kebijakan ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Telur Ayam Ras.

Kesepakatan menjadi komitmen bersama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan koperasi atau asosiasi peternak melalui penandatanganan resmi.

Proses tersebut disaksikan oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, serta Satgas Pangan.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan bahwa kesepakatan ini menjadi jalan keluar atas tekanan harga yang dihadapi peternak.

Melalui kerja sama ini, penggunaan menu telur dalam program MBG ditetapkan minimal tiga kali dalam seminggu.

"Esensinya sama dengan Magetan, bagaimana semua bisa jalan, bagaimana semua bisa hidup.

Dari sisi produsen, para peternak, bisa punya offtaker yang pasti yaitu SPPG," kata Maino dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

Asosiasi dan koperasi peternak rakyat di Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk menyuplai serta mengantar langsung telur ke dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai standar kualitas.

Transaksi jual beli disepakati langsung dengan harga minimal Rp 24.000 per kilogram (kg) dan akan dinaikkan bertahap mengikuti Harga Acuan Pembelian (HAP).

Maino menjelaskan bahwa Bapanas sudah menetapkan regulasi harga acuan komoditas pangan pokok, termasuk telur ayam ras.

Aturan ini menjadi acuan utama untuk menjaga keseimbangan harga dari tingkat produsen hingga ke konsumen.

>>> Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Seorang Putra Bernama Zac

Menurut Maino, kondisi harga telur saat ini memerlukan penanganan yang cepat.

Hal ini disebabkan oleh sifat produksi telur yang berlangsung setiap hari dan tidak dapat dihentikan, sehingga penyerapan oleh SPPG di kabupaten/kota sentra produksi harus segera berjalan.

"Setiap hari ayam itu bertelur, tidak bisa diberhentikan dulu. Artinya, kan mesti segera terserap," tambah Maino.

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana menyatakan hal senada bahwa SPPG dapat mengambil peran sebagai offtaker dalam rantai pasok pangan.

Kehadiran program MBG diharapkan tidak sekadar meningkatkan gizi masyarakat, melainkan juga menstabilkan harga di tingkat peternak.

"BGN di samping sebagai regulator, dia juga sebagai operator langsung di lapangan.

Ketika terjadi gejolak harga yang anjlok atau naik, kita bisa melakukan stimulus intervensi stabilisasi harga," tutur Tengku.

Berdasarkan hasil simulasi sementara, penerapan menu telur tiga kali seminggu oleh SPPG di Jawa Timur diproyeksikan mampu memberikan stimulus stabilitas harga sekitar 8-10%.

Oleh sebab itu, BGN menginstruksikan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya dan Jember untuk memastikan pelaksanaan kebijakan ini.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru