Bursa Efek Korea mengaktifkan sistem penghentian perdagangan sementara atau circuit breaker pada Senin, 8 Juni 2026. Langkah ini diambil setelah indeks KOSPI merosot tajam hingga melampaui 8 persen.
Korea Exchange selaku pengelola pasar modal langsung menghentikan seluruh aktivitas perdagangan saham di indeks KOSPI selama 20 menit.
>>> SCG Chemicals Divestasi Saham TPIA Senilai Rp 20 Triliun
Keputusan diambil sesaat setelah pembukaan perdagangan harian.
Penurunan drastis dipicu oleh kemerosotan nilai saham perusahaan besar di sektor teknologi. Kondisi ini diperparah oleh tren negatif dari bursa Wall Street pada pekan lalu.
>>> Pasar Nikel Hadapi Fase 'Super Squeeze', Vale Siapkan Mitigasi
Penyebab Anjloknya KOSPI
Saham sektor semikonduktor mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak Maret 2020.
Selain itu, laporan data lapangan kerja Amerika Serikat bulan Mei yang lebih tinggi dari perkiraan juga memicu kekhawatiran.
>>> Bahlil Tegaskan Gross Split Hanya untuk Migas, Bukan Minerba
Data ekonomi AS tersebut membuat pelaku pasar global khawatir terhadap potensi perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Bank sentral AS diprediksi akan menerapkan kebijakan yang lebih ketat atau hawkish.
>>> Prabowo Lantik Nanik Deyang dan Said Iqbal di Istana Negara
Akibatnya, indeks KOSPI langsung melewati ambang batas penurunan 8 persen di awal sesi. Bursa Efek Korea pun merespons dengan mengaktifkan circuit breaker untuk meredam kepanikan.