⌂ Beranda News Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hingga Melampaui Delapan Persen

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hingga Melampaui Delapan Persen

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hingga Melampaui Delapan Persen
Grafik indeks KOSPI yang anjlok
A A Ukuran Teks16px

Pasar modal Korea Selatan mengalami guncangan hebat pada Senin, 8 Juni 2026.

Indeks saham gabungan KOSPI merosot tajam lebih dari delapan persen hingga menembus di bawah level 8.000 pada perdagangan intraday.

>>> Pemerintah Integrasikan Telur Peternak Jawa Timur ke Program Makan Bergizi Gratis

Kemerosotan ini dipicu oleh kecemasan pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS (The Fed).

Aksi jual massal saham sektor semikonduktor di Wall Street turut memperburuk sentimen.

Circuit Breaker Diaktifkan

Korea Exchange langsung mengaktifkan sistem penghentian perdagangan sementara atau Level 1 circuit breaker pada pukul 09.03 waktu setempat.

Indeks KOSPI saat itu menyusut 8,40 persen ke level 7.474,74.

Langkah darurat ini membekukan aktivitas perdagangan selama 20 menit.

Ini merupakan aktivasi circuit breaker ketiga di bursa KOSPI sepanjang tahun 2026, atau yang kesembilan kalinya dalam sejarah pasar modal Korea.

>>> NVIDIA dan Microsoft Luncurkan Superchip AI RTX Spark dengan Performa 1 Petaflop

Setelah perdagangan dibuka kembali pada pukul 09.23, tekanan jual belum mereda.

Hal ini memicu penangguhan otomatis pesanan penjualan program perdagangan (sell sidecar) selama lima menit pada pukul 09.34.

Kondisi serupa melanda bursa teknologi KOSDAQ.

Indeks KOSDAQ anjlok 5,72 persen ke level 945,09, memaksa otoritas pasar mengaktifkan kebijakan sell sidecar pada pukul 09.06 tanpa sampai memicu circuit breaker.

Nilai Tukar Won Melemah

Di pasar valuta asing Seoul, nilai tukar won terhadap dolar AS dibuka melemah 16,1 won ke posisi 1.555,2 won per dolar AS.

Level ini menjadi pembukaan terendah sejak krisis finansial global Maret 2009.

Aksi jual investor asing menjadi penekan utama dengan catatan penjualan bersih mencapai 543,4 miliar won.

>>> Igor Sechin Peringatkan Gelembung Finansial Akibat AI

Sementara itu, investor individu dan institusi domestik menahan kejatuhan dengan membeli masing-masing 395,2 miliar won dan 86,5 miliar won.

Sektor Teknologi Terpukul

Sektor teknologi terpukul parah. Saham Samsung Electronics merosot 8,05 persen dan SK hynix turun 3,96 persen.

Hal ini menyusul rontoknya saham semikonduktor AS seperti Micron yang anjlok 13,25 persen akhir pekan lalu.

Peneliti Kiwoom Securities, Han Ji-young, menilai kejatuhan saham semikonduktor di Amerika Serikat tidak disebabkan oleh memburuknya kondisi industri atau penurunan permintaan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Han, dalam situasi di mana kelelahan dan beban permintaan-penawaran telah terakumulasi akibat lonjakan harga saham baru-baru ini dan konsentrasi yang meningkat, kenaikan suku bunga pasar AS yang dipicu oleh kejutan data ketenagakerjaan memberikan justifikasi untuk penyesuaian guna meredakan overheating.

Han menambahkan bahwa tekanan psikologis akibat penurunan beruntun saham teknologi domestik dan global pada pekan lalu tetap menjadi beban yang nyata bagi pergerakan pasar saat ini.

>>> Chery Siapkan J6T EREV untuk Pasar Indonesia, Terlihat Uji Jalan

Kuncinya adalah apakah petunjuk untuk pembalikan dapat diperoleh melalui peristiwa-peristiwa besar seperti data makroekonomi, laba perusahaan, serta permintaan dan penawaran selama pekan ini untuk memulihkan sentimen investasi yang mendingin.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru