Banyak orang tua khawatir saat melihat gigi anaknya tampak lebih besar dari biasanya. Namun, kondisi ini sebenarnya dipengaruhi oleh ukuran rahang yang masih kecil.
Dokter spesialis gigi anak, drg. Aulia N.
>>> Maximo Quiles Juara Moto3 Hungaria 2026, Veda Ega Finis ke-15
Ainayah, Sp. KGA, MARS, menjelaskan bahwa gigi anak tidak benar-benar besar.
"Jadi ukuran giginya bukan ukuran giginya yang besar ya. Jadi seringkali memang kelihatannya giginya besar tapi karena memang rahangnya anak-anak itu kecil," katanya.
Pertumbuhan gigi selalu menyesuaikan dengan ruang yang tersedia di rahang. Jika rahang lebih kecil dari ukuran gigi yang tumbuh, gigi akan terlihat lebih besar dari proporsi normal.
>>> Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat untuk Bantu Warga Miskin di Bali
Stimulasi Rahang dengan Makanan Keras
Proses pertumbuhan rahang anak masih aktif di usia dini. Orang tua bisa memberikan stimulasi untuk menyeimbangkan proporsi rahang.
Salah satu cara sederhana adalah melalui makanan.
"Nah, untuk menstimulasi supaya giginya nggak terlihat besar-besar itu dengan membiasakan belajar mengunyah, seperti makan makanan yang keras seperti daging, apel," jelas Aulia.
>>> Cara Cek Saldo Google Play di Android dan Browser dengan Mudah
Makanan bertekstur padat sangat penting bagi anak usia dini. Aktivitas mengunyah makanan keras melatih dan merangsang otot-otot rahang.
"Jadi naik tekstur makanan sesuai usia itu memang perlu karena salah satunya fungsinya untuk menstimulasi rahang tadi," ujar Aulia.
Rahang yang berkembang optimal tidak hanya memperbaiki proporsi visual gigi. Rahang yang tumbuh maksimal juga menyediakan ruang ideal bagi susunan gigi.
>>> Lili Yan Ing Tolak Penahanan Restitusi Pajak Rp 361 Triliun
"Selain untuk supaya gigi tidak terlihat besar, juga kalau rahangnya besar dia kan juga cukup tempat sehingga gigi yang tumbuh nanti tidak berdesakan," kata Aulia.
